Kodap III Ndugama Klaim Insiden Jila, Polisi: Belum Bisa Dipercaya

Ahmad

Senin, 24 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak saat ditemui wartawan di Mapolres Mimika, Senin, 24 Agustus 2026. Ia mengakui penyelidikan kasus penculikan sembilan anak di Distrik Jila belum menghasilkan titik terang soal keberadaan korban maupun identitas pelaku. Galeripapua/ Ahmad.

Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak saat ditemui wartawan di Mapolres Mimika, Senin, 24 Agustus 2026. Ia mengakui penyelidikan kasus penculikan sembilan anak di Distrik Jila belum menghasilkan titik terang soal keberadaan korban maupun identitas pelaku. Galeripapua/ Ahmad.

MIMIKA – Sebuah surat pernyataan sikap yang mengatasnamakan Kodap III Ndugama beredar di tengah masyarakat, berkaitan dengan penyerangan pos keamanan dan penculikan sembilan anak di Distrik Jila, Mimika, Papua Tengah. Polisi menyatakan belum bisa mempercayai dokumen itu sebelum verifikasi selesai.

Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan surat tersebut ditandatangani dengan inisial EK dan diklaim berasal dari Kodap III Ndugama. Namun ia menegaskan keaslian maupun isi surat itu belum bisa dikonfirmasi. “Hal-hal itu belum bisa dipercaya, namun tetap harus diwaspadai,” kata Alredo saat ditemui di Mapolres Mimika, Senin, 24 Agustus 2026.

Baca Juga :  80 Saksi Beri Keterangan Dibakarnya Dua Kantor Distrik di Fakfak

Selain surat itu, satu-satunya petunjuk soal identitas pelaku datang dari saksi keluarga korban yang mengaku mendengar bahasa yang diduga bahasa Nduga saat kejadian. “Diduga orang Nduga. Karena mereka mengatakan bahasanya seperti bahasa Nduga ”kami pun tidak mengerti tapi seperti bahasa Nduga” ujar Alredo, seraya menekankan bahwa keterangan itu berasal dari saksi, bukan kesimpulan penyelidik.

Polisi belum menetapkan apakah insiden ini merupakan aksi KKB atau kejahatan kriminal biasa. Penyelidikan masih berlangsung di tengah minimnya bukti dan saksi kunci yang belum bisa dihubungi.

Penyerangan di Distrik Jila terjadi pada 17 Agustus 2026. Satu prajurit TNI tewas, satu perempuan tewas, satu perempuan lain mengalami patah kaki, dan sembilan anak diculik. Hingga hari ini, tujuh hari setelah kejadian, keberadaan sembilan anak itu masih belum diketahui.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sepekan Hilang, 9 Anak yang Diculik di Jila Belum Ditemukan
Sinergi Apkam dan Masyarakat Papua Perkuat Perlindungan Warga di Jila
Penyelundupan Ganja Lewat Kargo Bandara Digagalkan, IRT di Mimika Dibekuk
Dandim Mimika Ungkap Kronologi 9 Perempuan Dibawa Paksa OPM di Jila
Kasus Pembunuhan Kilometer 10, Pelaku Yang Diamankan di Makassar Tiba di Timika
Polisi Tegaskan Tak Ada Penembakan di Alun-Alun Kuala Kencana
Polda Papua Tengah Kirim Brimob dan Penyidik Usai Pembakaran Kantor Pemerintah Puncak
Polda Papua Tengah Mengungkap 22 Kasus dalam Operasi Sikat Noken 2026

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:26 WIT

Kodap III Ndugama Klaim Insiden Jila, Polisi: Belum Bisa Dipercaya

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:07 WIT

Sepekan Hilang, 9 Anak yang Diculik di Jila Belum Ditemukan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:56 WIT

Sinergi Apkam dan Masyarakat Papua Perkuat Perlindungan Warga di Jila

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:55 WIT

Penyelundupan Ganja Lewat Kargo Bandara Digagalkan, IRT di Mimika Dibekuk

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:31 WIT

Dandim Mimika Ungkap Kronologi 9 Perempuan Dibawa Paksa OPM di Jila

Berita Terbaru