Mimika Jadi Pelopor Grand Design Pembangunan Kependudukan di Papua Tengah

Ahmad

Kamis, 14 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pusat Studi Kependudukan UNCEN, Dr. Drs. John Rahail, M.Kes, saat ditemui awak media di Hotel Horison Ultima, Timika, Mimika, Papua Tengah, Rabu (13/8/2025). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Kepala Pusat Studi Kependudukan UNCEN, Dr. Drs. John Rahail, M.Kes, saat ditemui awak media di Hotel Horison Ultima, Timika, Mimika, Papua Tengah, Rabu (13/8/2025). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Kabupaten Mimika mencatat sejarah sebagai daerah pertama di Provinsi Papua Tengah yang memiliki Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) 2025–2045.

Dokumen strategis ini diyakini bakal menjadi kompas kebijakan pemerintah daerah untuk mengarahkan pembangunan berbasis penduduk dalam dua dekade ke depan.

“Ini luar biasa, Kabupaten Mimika adalah kabupaten pertama di Provinsi Papua Tengah yang berani melakukan dokumen ini, walaupun ini sebenarnya ada peraturan presidennya,” kata Kepala Pusat Studi Kependudukan Universitas Cenderawasih (Uncen), Dr. Drs. John Rahail, M.Kes, di sela acara Launching dan Seminar Eksekutif GDPK di Hotel Horison Ultima, Timika, Rabu (13/8/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

John bercerita, inisiatif ini lahir ketika Bupati Mimika, Johannes Rettob, masih berstatus penjabat bupati.

“Beliau menganggap ini penting dan kemudian kami menyusun dokumen ini. Beliau banyak memberikan masukan waktu proses kami yang lalu dan komitmen itulah yang kemudian beliau mengatakan harus dilaunching seperti hari ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Rapat Pleno Terbuka Tingkat Kabupaten Mimika Dimulai

GDPK, menurut John, akan dilengkapi Peraturan Daerah yang mengatur kesekretariatan, tim pemantau, tim evaluator, hingga tim kerja.

Dokumen ini diharapkan memperkuat indikator pembangunan daerah, baik jangka pendek maupun panjang, dengan pendekatan terpadu lintas sektor.

GDPK Mimika memuat lima pilar: peningkatan kualitas manusia, pengendalian penduduk, pembangunan keluarga, penataan mobilitas penduduk, dan administrasi kependudukan.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan GDPK bukan sekadar dokumen teknis.

“Mimika mempunyai waktu 5–10 tahun untuk memanfaatkan bonus demografi. Semua kebijakan, infrastruktur, dan kelembagaan harus siap agar peluang ini tidak terbuang sia-sia,” katanya.

Berdasarkan proyeksi, pertumbuhan penduduk Mimika pada 2025–2045 relatif rendah, dengan angka kelahiran dan kematian yang sama-sama rendah. Pertumbuhan lebih banyak dipicu arus migrasi dari luar daerah.

Baca Juga :  Diskominfo Mimika Gelar FGD dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Sideka-NG

“Penduduk di Mimika justru tidak bertambah di lokal, tapi datang dari luar. Struktur penduduk saat ini memasuki usia dewasa dan produktif, bahkan cenderung menuju struktur tua,” ujar Johannes.

Data semester kedua 2024 mencatat jumlah penduduk Mimika mencapai 318.687 jiwa, terdiri dari 52,73 persen laki-laki dan 41,27 persen perempuan. Populasi terbanyak terkonsentrasi di Distrik Mimika Baru dan Wania.

Pemerintah daerah akan memasukkan GDPK ke dalam RPJPD, RPJMD, dan rencana sektoral, sekaligus mengajukannya menjadi Perda tahun ini. Salah satu konsep unggulannya, “Membangun Kampung Rasa Kota”, mengusung layanan dasar, infrastruktur, dan fasilitas sosial setara perkotaan di kampung tanpa menghilangkan identitas lokal.

Langkah awalnya, Pemkab Mimika akan menyusun profil kependudukan di 10 kampung percontohan tahun ini. Data itu menjadi basis kebijakan berbasis bukti untuk menjangkau seluruh 133 kampung secara bertahap.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Distrik Mimika Baru Petakan Risiko Kebakaran di Permukiman Padat
Pemerintah Akan Kembalikan Dana Otsus Papua Rp2,5 Triliun
Bupati Mimika Pastikan Akses Banti Pulih Usai Longsor, RS Aman dari Abrasi
Kolaborasi Lintas Lembaga Tekan Angka Pernikahan Siri dan Pastikan Legalitas Keluarga
Disdukcapil Mimika Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Reformasi Administrasi Kependudukan
Pemkab Mimika Percepat Raperda Perumda Air Minum dan Limbah
Urgensi Ketahanan Keluarga dan Tertib Administrasi di Mimika
Disdukcapil Mimika Edukasi Warga Terkait Regulasi Nikah dan Cerai guna Tekan Konflik Sosial

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:10 WIT

Distrik Mimika Baru Petakan Risiko Kebakaran di Permukiman Padat

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:27 WIT

Pemerintah Akan Kembalikan Dana Otsus Papua Rp2,5 Triliun

Jumat, 1 Mei 2026 - 00:56 WIT

Bupati Mimika Pastikan Akses Banti Pulih Usai Longsor, RS Aman dari Abrasi

Kamis, 30 April 2026 - 16:49 WIT

Kolaborasi Lintas Lembaga Tekan Angka Pernikahan Siri dan Pastikan Legalitas Keluarga

Kamis, 30 April 2026 - 16:41 WIT

Disdukcapil Mimika Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Reformasi Administrasi Kependudukan

Berita Terbaru

Mahasiswa FIM-WP menggelar aksi mimbar bebas di Waena, Jayapura, Sabtu, 2 Mei 2026. Galeripapua/ Istimewa.

Organisasi

Mahasiswa West Papua Tuntut Pendidikan Gratis di Tanah Papua

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:40 WIT

Seorang penggiat Inorga KIS dengan papan seluncurnya sedang melakukan salah satu trik dalam permainan skateboard di area Car Free Day—Jalan Cenderawasih, Mimika, Papua Tengah, Sabtu (2/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Event

KIS Mimika Warnai Parade Hardiknas di Car Free Day

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:56 WIT