OPM Bertanggung Jawab Atas Penembakan Aparat di Wamena

Endy Langobelen

Kamis, 29 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak kaca mobil Satlantas Polres Jayawijaya pecah akibat ditembak oleh OTK. Seorang anggota polisi dilaporkan tertembak. (Foto: Istimewa/FB: Yust)

Tampak kaca mobil Satlantas Polres Jayawijaya pecah akibat ditembak oleh OTK. Seorang anggota polisi dilaporkan tertembak. (Foto: Istimewa/FB: Yust)

JAYAWIJAYA – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap III Ndugama Derakma mengklaim bertanggung jawab atas aksi penembakan terhadap aparat militer pemerintah Indonesia di depan RSUD Wamena pada Rabu malam (28/5/2025) sekitar pukul 19.28 WIT.

Pernyataan tersebut disampaikan secara resmi dalam siaran pers ke-IV Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang diterima Galeripapua.com pada Rabu malam.

Dalam pernyataan itu, disebutkan bahwa penembakan dilakukan oleh pasukan gabungan dari tiga Komando Wilayah Pertahanan (Kowip) dan tiga belas batalion TPNPB Kodap III yang telah diterjunkan untuk melakukan operasi bersenjata di wilayah Kota Wamena.

“Pasukan kami telah melakukan penembakan terhadap dua aparat militer pemerintah Indonesia dari dalam mobil di depan Rumah Sakit Umum Kota Wamena. Serangan dilakukan dari jarak sekitar 10 meter,” ujar Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom.

TPNPB mengklaim bahwa dalam penembakan tersebut, dua anggota aparat mengalami luka tembak dan diduga telah meninggal dunia. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Polri terkait jumlah korban jiwa atau kondisi terkini para korban.

Lebih lanjut, TPNPB menyatakan bahwa mereka saat ini telah menentukan Kota Wamena sebagai Medan perang. Sebab, jalur transportasi utama dari Wamena menuju Yalimo, Yahukimo, dan Nduga sudah dikuasai oleh militer Indonesia.

Baca Juga :  Kapolda Papua Tengah Perintahkan Alat Berat Ilegal Angkat Kaki dari Kapiraya

“Kami menghimbau seluruh warga sipil, baik orang asli Papua maupun pendatang, untuk berhenti beraktivitas sejak pagi hingga malam agar tidak menjadi korban dalam operasi ini,” tegas Sebby.

Situasi di Kota Wamena dilaporkan berada dalam status siaga satu. Menurut laporan yang diterima, aparat keamanan pemerintah Indonesia tengah melakukan patroli malam hari.

Pihak kepolisian dan militer belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim dari TPNPB maupun situasi keamanan di Wamena. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan kepada otoritas berwenang.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korban Tewas dalam Mobil di Kuala Kencana Merupakan Anggota TNI, Ada Luka Tembak di Dada
4 Anggota OPM Puncak Jaya Serahkan Senjata, Pilih Kembali ke Masyarakat
12 Hari Dirawat, Demerina Korban Penyanderaan KKB di Mimika Kembali ke Keluarga
Kontak Senjata di Intan Jaya, 4 Anggota Kelompok Bersenjata Dilaporkan Tewas
Anggota KKB Penembak ASN di Yahukimo Ditangkap, Tiga Amunisi Disita
Sarang Sabu di Lorong Togel Mimika Digerebek, Polisi Sita Timbangan dan Bong
Pemulihan Kerugian Negara Rp31,3 Miliar Kasus Korupsi Proyek Aerosport Mimika
LBH TPRA Laporkan Dugaan Mafia Tanah Keluarga Sumbari ke Polisi, Soroti Sikap BPN Mimika

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:42 WIT

Korban Tewas dalam Mobil di Kuala Kencana Merupakan Anggota TNI, Ada Luka Tembak di Dada

Sabtu, 26 September 2026 - 22:07 WIT

4 Anggota OPM Puncak Jaya Serahkan Senjata, Pilih Kembali ke Masyarakat

Jumat, 25 September 2026 - 18:20 WIT

12 Hari Dirawat, Demerina Korban Penyanderaan KKB di Mimika Kembali ke Keluarga

Jumat, 25 September 2026 - 18:00 WIT

Kontak Senjata di Intan Jaya, 4 Anggota Kelompok Bersenjata Dilaporkan Tewas

Rabu, 23 September 2026 - 19:55 WIT

Anggota KKB Penembak ASN di Yahukimo Ditangkap, Tiga Amunisi Disita

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Ekonomi

Meraba Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mimika

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:20 WIT

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika, Samuel Yogi. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Ekonomi

Mimika Punya 17 Ribu UMKM, Baru 3 Ribu Masuk Pembinaan

Senin, 5 Okt 2026 - 22:35 WIT