TPNPB Klaim Bunuh Anggota Polres Yahukimo Karena Tak Mau Pulang Usai Ditegur

Endy Langobelen

Rabu, 17 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

YAHUKIMO – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM), mengklaim bertanggung jawab atas tewasnya Bripda Oktovianus Buara di Jalan Papua, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Selasa (16/4/2024) kemarin.

Klaim tersebut disampaikan pimpinan TPNPB, Komando Daerah Perang (Kodap) XVI Yahukimo, Elkius Kobak, dalam laporan yang diteruskan dalam bentuk siaran pers oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.

“Panglima Elkius Kobak dan pasukannya bertanggung jawab atas pembunuhan Oktavianus Buara, anggota kepolisian Republik Indonesia yang bertugas di Dekai, Yahukimo, pada hari Selasa, 16 April 2024, sekitar pukul 03.20 Waktu Papua,” ujar Sebby, Rabu (17/4/2024) pagi.

Sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, Elkius Kobak memerintahkan pasukannya untuk melakukan pemantauan terhadap pergerakan militer Indonesia yang melakukan patroli malam.

Dimana, patroli malam yang dilakukan oleh TPNPB terpantau dengan jelas bahwa Oktavianus Buara sedang dalam keadaan mabuk berat setelah mengonsumsi minuman beralkohol yang dijual oleh kaum imigran Indonesia di Kabupaten Yahukimo.

Sebelum dibunuh, pasukan TPNPB telah meminta kepada korban untuk pulang ke rumah.

Bukannya pulang, korban malah mengatakan bahwa dirinya seorang anggota polisi dan memarahi pasukan TPNPB yang menanyainya.

“Atas tanggapan tersebut, pasukan TPNPB yang melakukan patroli langsung melakukan penikaman terhadap Oktavianus dan akhirnya korban meninggal dunia di tempat,” terang Sebby lebih lanjut.

Baca Juga :  KPU Mimika Terima 3.820 Bilik Suara, Bawaslu: Jumlahnya Sudah Pas

Dengan terjadinya peristiwa ini, TPNPB Kobak XVI Yahukimo menyatakan bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.

Sebby pun menyinggung mantan Menteri Penerangan RI, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ali Moertopo, yang menurutnya pernah mengatakan untuk merekrut pemuda Papua menjadi anggota TNI-Polri.

Perekrutan itu bertujuan agar aparat yang merupakan orang Papua dihadapkan dengan sesama Papua yang menjadi anggota TPNPB.

“Ali Murtopo Pernah sampaikan bahwa rekrut anak-anak muda orang asli (Papua) menjadi anggota TNI dan Polri, kemudian buang mereka di depan TPNPB-OPM supaya mereka baku bunuh sendiri,” klaimnya.

“Dan hal ini yang benar-benar sedang terjadi di Papua,” pungkas Sebby.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Curanmor di Mimika Seret Pelajar SMP, Motor Dijual Rp800 Ribu
Hari Masyarakat Adat Sedunia: LEPEMAWIL Soroti Hilangnya Tanah dan Melemahnya Lembaga Adat
Dua Warga Ditembak, Festival Budaya Lembah Baliem Dihentikan
Blapos TIFA Management: Dari Freestyle Jalanan Menuju Panggung Besar
Eksekusi Sengketa Lahan SP 2 Ditangguhkan, PN Timika Tegaskan Prosedur Sesuai Hukum
Blokade Jalan Cenderawasih Mimika Masih Berlangsung, Polisi Pilih Jalur Persuasif
PT Jasti Pravita Jamin Lindungi Pekerja OAP, Kuasa Hukum Tetap Tempuh Jalur Pidana
Jenazah Korban Penembakan Polisi di Mimika Dipulangkan ke Ambon

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:35 WIT

Curanmor di Mimika Seret Pelajar SMP, Motor Dijual Rp800 Ribu

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:18 WIT

Hari Masyarakat Adat Sedunia: LEPEMAWIL Soroti Hilangnya Tanah dan Melemahnya Lembaga Adat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:26 WIT

Dua Warga Ditembak, Festival Budaya Lembah Baliem Dihentikan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:48 WIT

Blapos TIFA Management: Dari Freestyle Jalanan Menuju Panggung Besar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:10 WIT

Eksekusi Sengketa Lahan SP 2 Ditangguhkan, PN Timika Tegaskan Prosedur Sesuai Hukum

Berita Terbaru