Unjuk Rasa & Tutup Kantor PT PJP, Ini Sejumlah Tuntutan dari Supplier 7 Suku

Ahmad

Selasa, 9 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa saat menggelar aksi di depan Kantor PT PJP, Jalan Cenderawasih, SP 3, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

Massa saat menggelar aksi di depan Kantor PT PJP, Jalan Cenderawasih, SP 3, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

MIMIKA – Kantor PT Pengembangan Jaya Papua (PJP) yang berlokasi di Jalan Cenderawasih, SP 3, Timika, Papua Tengah terpaksa ditutup sementara usai digeruduk sekelompok demonstran yang mengklaim sebagai supplier dari 7 suku, Selasa (9/7/2024).

Untuk diketahui, PT PJP merupakan salah satu kontraktor yang menyuplai makanan ke PT Freeport Indonesia (PTFI).

Pantauan media ini, saat melakukan aksi, massa terlihat membentangkan spanduk yang di dalamnya bertuliskan beberapa aspirasi, antara lain tutup PT Tri Boga, segera investigasi praktik mafia di lingkungan PTFI dan PT Pangan Sari Utama (PT PSU), evaluasi semua vendor di lingkungan PTFI dan PT PSU, berikan keadilan bagi Orang Asli Papua (OAP) dan rakyat Mimika, serta kembalikan hak-hak OAP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator Lapangan (Koorlap) Aksi, Yance Sani, saat berorasi mengungkapkan bahwa para suplier bahan makanan mentah yang merupakan pengusaha OAP di Mimika merasa sangat kecewa.

Menurut mereka, telah terjadi permainan harga di mana dampak dari hal tersebut menyebabkan para supplier 7 suku terpaksa gigit jari.

Diduga hal itu akibat adanya oknum yang membeli bahan makanan mentah dengan harga yang sangat murah.

“Kalian itu pembunuh ekonomi, harga kecil (murah-red) sekali. Sekarang saya minta tolong sama manajemen sampai hari Rabu, sampai permintaan kami dijawab baru kau (PT PJP) kerja supaya demi keamanan kita bersama,” teriak Yance.

Baca Juga :  3 Narapidana di Timika Kabur, 1 Pelaku Mutilasi Warga Nduga

Dikatakan, aksi yang dilakukan ini bukan untuk memalang kantor. Namun, semata-mata demi keadilan bagi pengusaha OAP.

Kemudian, orator lainnya, Deki Tenoye saat berorasi menyampaikan, pihaknya telah menyerahkan sembilan tuntutan kepada pihak terkait termasuk PTFI. Mereka memberikan waktu selama 3 hari untuk negosiasi.

Adapun 9 poin tuntutan tersebut yakni sebagai berikut.

Pertama, pihaknya bukan pengemis atau minta-minta, tetapi hanya menuntut hak sebagai orang asli Papua yang dilindungi oleh undang-undang. Kedua, segera tutup PT Tri Boga.

Ketiga, kembalikan hak Purchasing Order (PO) kepada supplier 7 suku dengan perhitungan nilai bisnis yang lebih masuk akal dan manusiawi melalui perjanjian kerja yang jelas, transparan, dan adil.

Keempat, copot para pihak yang terlibat dalam penghilangan, pengurangan, dan pengalihan hak PO supplier 7 suku sebagaimana pernyataan kami di atas.

Kelima, hentikan sementara transaksi dengan para pihak sampai terjadinya kesepakatan bersama supplier 7 suku dengan PTFI dan PT PSU.

Keenam, wujudkan tindakan nyata jika memang PTFI dan PT PSU peduli terhadap kemajuan dan kesejahteraan OAP.

Ketujuh, belajar dari kondisi dan permasalahan perlakuan tidak adil para pihak sebagaimana yang dinyatakan di atas, maka supplier 7 suku menuntut mendapatkan hak menjadi salah satu vendor utama sebagai wadah para supplier 7 suku untuk memenuhi kebutuhan logistik pada PT PSU.

Berkaitan dengan hal tersebut, supplier tujuh suku menyatakan siap secara manajemen untuk memenuhi standar kualitas yang diperlakukan.

Baca Juga :  Sampaikan Maaf, Kapolda Papua Barat Bakal Tindak Personel yang Berselisih dengan TNI

Delapan, menuntut bahwa perlakuan serta praktik curang dan tidak adil kepada OAP yang menjalankan usaha supplier pada lingkungan PTFI dan PT PSU tidak terjadi terulang lagi di kemudian hari.

Sembilan, jika tidak ada penyelesaian yang adil dan transparan oleh para pihak, massa akan terus melakukan pemalangan dan pembatasan aktivitas usaha kepada kantor PT Tri Boga beserta perusahaan lain yang dianggap dan terbukti melakukan perampasan hak PO supplier 7 suku.

Mengenai hal ini, pihaknya meminta kepada para pihak yang dimaksud agar ditutup sementara hingga ada kesepakatan dengan supplier 7 suku.

Sementara perwakilan PJP, Cecep Winata, yang menemui massa mengatakan pihaknya tidak mengelola tentang pembelian bahan mentah, mereka hanya mengolah makanan.

“Yang ingin saya sampaikan bahwa kami bukan vendor yang memasukkan bahan makanan mentah kepada PT Freeport Indonesia. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan untuk mengklarifikasi hal tersebut,” pungkasnya.

Selanjutnya, setelah melalui banyak drama dengan aparat keamanan yang berjaga di lokasi, Kantor PT PJP pun akhirnya ditutup oleh massa dengan melilit rantai besi pada pintu pagar kantor kemudian digembok.

Massa aksi kemudian bergeser menuju jalan masuk check poin PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana dan memblokade area tersebut.

Dalam aksi blokade itu, Koorlap Aksi, Yance Sani kembali membacakan 9 poin tuntutan kepada PT Freeport Indonesia.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati Hari Buruh, Ini Harapan Serikat Pekerja di Lingkungan Freeport
MRP Papua Tengah Dorong Perdamaian Konflik Kwamki Narama, 16 Korban Jiwa Jadi Perhatian
Temui Wapres, Kepala Suku Amungme Tuntut Keadilan Ekonomi dan Peran di Sektor Tambang
Wapres Gibran di Mimika: Bantuan Disorot, UMKM Lokal Terabaikan
Dari “Kolam Mancing” ke “Arena Tamiya”: Kritik Warga Timika Berujung Aksi Nyata
Harapan Mama Papua Usai Selfie Bareng Wapres Gibran di Mimika
“Wisata Mancing Dadakan” di Jalan Ahmad Yani Mimika, Sindiran Halus untuk Genangan Abadi
Petrosea–Distrik Miru Bangun RTH Terintegrasi, Dorong Lingkungan Sehat dan UMKM OAP

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:10 WIT

Peringati Hari Buruh, Ini Harapan Serikat Pekerja di Lingkungan Freeport

Kamis, 30 April 2026 - 06:11 WIT

MRP Papua Tengah Dorong Perdamaian Konflik Kwamki Narama, 16 Korban Jiwa Jadi Perhatian

Rabu, 29 April 2026 - 17:17 WIT

Temui Wapres, Kepala Suku Amungme Tuntut Keadilan Ekonomi dan Peran di Sektor Tambang

Rabu, 22 April 2026 - 13:51 WIT

Wapres Gibran di Mimika: Bantuan Disorot, UMKM Lokal Terabaikan

Selasa, 21 April 2026 - 19:05 WIT

Dari “Kolam Mancing” ke “Arena Tamiya”: Kritik Warga Timika Berujung Aksi Nyata

Berita Terbaru

Polisi lalu lintas melakukan olah tempat kejadian perkara di Jalan Poros Mapurujaya KM 10, Mimika, Jumat, 1 Mei 2026. Galeripapua/Istimewa

Hukrim

Pengendara Motor Tewas Berujung Penikaman di Mimika

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:59 WIT

Barang bukti narkotika yang diamankan polisi setelah penangkapan dua tersangka di Mimika. Kamis, 30 April 2026. Galeripapua/Istimewa

Hukrim

Polisi Ringkus Dua Tersangka Pengedar Sabu di Timika

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:41 WIT

Kebakaran menghanguskan sebuah bangunan di Jalan Cenderawasih, Mimika, Kamis malam, 30 April 2026. Galeripapua/Istimewa

Pemerintahan

Distrik Mimika Baru Petakan Risiko Kebakaran di Permukiman Padat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:10 WIT

Ket. Foto: Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Felix Wanggai (tengah) di Hotel Horison Diana Mimika, Kamis 30 April 2026. Galeripapua/ Kevin Kurni.

Pemerintahan

Pemerintah Akan Kembalikan Dana Otsus Papua Rp2,5 Triliun

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:27 WIT