Pemkab Intan Jaya Diminta Prioritaskan OAP Pada Penerimaan CPNS 2024

Ahmad

Kamis, 5 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Joni Kobogau (kaos putih) didampingi seorang pria sedang berpose. (Foto: Galeri Papua/Wahyu)

Joni Kobogau (kaos putih) didampingi seorang pria sedang berpose. (Foto: Galeri Papua/Wahyu)

MIMIKA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Intan Jaya diminta untuk mengakomodir dan memprioritaskan Orang Asli Papua (OAP) pada penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2024.

Hal itu disampaikan Tokoh Intelektual Intan Jaya, Joni Kobogau, saat bersama para pencari kerja (pencaker) Kabupaten Intan Jaya di Mimika, Kamis (5/9/2024).

Mewakili para pencaker, Joni meminta kepada pemerintah agar penerimaan CPNS tahun 2024 ini harus didominasi oleh OAP khususnya yang berada di Kabupaten Intan Jaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Joni yang juga merupakan Anggota DPR Provinsi Papua Tengah terpilih menyoroti hal ini secara tegas lantaran dirinya menilai ada kejanggalan pada proses penerimaan CPNS dari tahun ke tahun di Intan Jaya, yang mana OAP kerap diabaikan, sementara non OAP justru diutamakan.

Baca Juga :  Dua Kelompok Warga Bertikai di Jalan Baru Timika Sepakat Tak Lanjut Perang

“Banyak hal yang sering terjadi, yang pertama banyak titipan pejabat yang tidak pernah melamar, tidak pernah tes, tidak pernah mengumpulkan berkas, tidak pernah datang ke kantor BKD untuk mendaftarkan diri, tiba-tiba muncul saat prajabatan,” ungkapnya.

Joni menganggap, implementasi Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus) di Kabupaten Intan Jaya tidak berjalan maksimal dan justru terkesan diskriminatif.

Baca Juga :  Main di Dermaga, Seorang Anak Terjatuh dan Tenggelam di Asmat

“Apa gunanya ada Undang-Undang Otsus. Undang-undang itu sepertinya dibilang 80 persen (untuk OAP) dan 20 persen (untuk non OAP) tapi untuk Intan Jaya tidak ada. Jadi, kalau perlu 80-20 persen ditiadakan, dan kalau perlu 90 persen atau 100 persen (untuk OAP),” tegasnya.

Joni berharap agar Pemkab Intan Jaya dapat memperhatikan persoalan itu sehingga saat penerimaan CPNS, OAP lebih diutamakan.


Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ahli Pers Minta Sengketa Bupati Mimika dan Media Ditempuh Lewat UU Pers
Keluarga Korban Pembunuhan di Mimika Desak Polisi dan Kejaksaan Beri Kepastian Hukum
Tahun Ini Korban Konflik Bersenjata di Papua Tembus 163 Orang, Komnas HAM Minta Presiden Bentuk Tim Khusus
Saat Gereja dan Daerah Desak Presiden Prabowo Evaluasi Penanganan Konflik di Papua
Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas
Jubir OPM Buka Suara soal Penembakan 3 Pegawai di Jayawijaya
Nikolaus Alome Imbau Masyarakat Jaga Keamanan dan Tidak Terlibat Perang Suku di Mimika
Pemuda Adat Papua Tolak PAPEDA Summit, Soroti Perdagangan Karbon

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 19:31 WIT

Ahli Pers Minta Sengketa Bupati Mimika dan Media Ditempuh Lewat UU Pers

Minggu, 20 September 2026 - 23:38 WIT

Keluarga Korban Pembunuhan di Mimika Desak Polisi dan Kejaksaan Beri Kepastian Hukum

Jumat, 18 September 2026 - 23:29 WIT

Tahun Ini Korban Konflik Bersenjata di Papua Tembus 163 Orang, Komnas HAM Minta Presiden Bentuk Tim Khusus

Jumat, 18 September 2026 - 23:13 WIT

Saat Gereja dan Daerah Desak Presiden Prabowo Evaluasi Penanganan Konflik di Papua

Minggu, 13 September 2026 - 19:15 WIT

Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas

Berita Terbaru