NABIRE – Ratusan pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menggelar aksi mimbar bebas di Pasar Karang, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Kamis (11/9/2025) pagi.
Di bawah terik matahari, mereka duduk berjejer di halaman pertokoan yang dibatasi dengan tali rafia. Satu per satu naik ke mimbar untuk berorasi hingga membacakan puisi.
Aksi ini mengusung tema Papua Tengah Darurat Investasi dan Segera Bebaskan 4 Tapol NFRPB di Sorong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Spanduk bertulisan “Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah: Papua Darurat Investasi dan Segera Bebaskan 4 Tapol NFRPB di Sorong” terbentang di dinding pertokoan.
“Kami dari Solidaritas Pelajar Mahasiswa Papua Tengah melakukan aksi mimbar bebas dengan tema Papua Tengah Darurat Investasi dan bebaskan empat tahanan politik di Sorong,” ujar koordinator lapangan aksi, Marius Pekege, kepada awak media.
Marius mengatakan ada 33 perusahaan yang direncanakan masuk ke wilayah Papua Tengah. Ia menilai kehadiran perusahaan tersebut tidak akan menyejahterakan masyarakat lokal, justru mengancam kehidupan mereka.
“Papua Tengah darurat investasi ini kita melihat bahwa perusahaan-perusahaan yang direncanakan dari pusat tidak akan menyejahterakan masyarakat Papua, tetapi mengancam kehidupan masyarakat Papua,” ucapnya.
Selain soal investasi, massa juga menyuarakan dukungan terhadap empat aktivis yang kini berstatus tahanan politik (tapol) di Sorong.
“Untuk empat tapol ini kami menuntut agar sidang besok, keempat tapol harus dibebaskan tanpa syarat,” kata Marius.

Ditanya mengapa memilih Pasar Karang sebagai lokasi aksi, bukan kantor pemerintahan, Marius menyebut alasannya sederhana.
“Karena kami melihat bahwa ini dampaknya di masyarakat, bukan di pemerintah. Makanya kami memilih pasar untuk membuka mimbar bebas atau panggung rakyat sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang persoalan yang terjadi di Papua Tengah.”
Mimbar bebas itu diwarnai dengan berbagai bentuk ekspresi, dari orasi hingga pembacaan puisi. Isu yang diangkat pun beragam sesuai dengan keresahan peserta aksi.
Polisi Turunkan 400 Personel
Kepolisian Resor Nabire mengerahkan 400 personel gabungan untuk mengamankan aksi tersebut. Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, menyebut situasi tetap kondusif sepanjang jalannya kegiatan.
“Pada prinsipnya untuk hari ini, Kamis 11 September 2025, mulai dari pukul 07.30 pagi sampai saat ini, aksi mimbar bebas berjalan aman dan tertib,” kata Samuel melalui pesan suara yang diterima Galeripapua.com pada Kamis siang.
Ia menuturkan sekitar 200 peserta aksi dibatasi dengan tali rafia agar tetap tertib.
Dari total 400 personel yang diturunkan, 200 di antaranya berjaga langsung di Pasar Karang. Sisanya disebar di beberapa titik kota Nabire seperti Patroli Adama, Kalibobo, RSUD, hingga satu peleton PHH sebagai antisipasi.
“Pada prinsipnya semuanya berjalan normal, dan kami tadi disampaikan koorlapnya mereka akan melaksanakan orasi kurang lebih sampai pukul 11.00,” ujar Samuel. Ia memastikan lalu lintas dan aktivitas perekonomian di Nabire tetap berjalan seperti biasa.
Hingga berita ini diturunkan, aksi mimbar bebas Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah masih berlangsung dalam suasana aman dan damai.








