MIMIKA – Realisasi keuangan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mimika sampai ini masih belum mencapai target.
Kondisi ini membuat Bupati Mimika, Johannes Rettob, geram. Johannes menyebutkan bahwa hal ini dikarenakan banyaknya pekerjaan-pekerjaan fisik di organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang belum berjalan.
Johannes menyebutkan bahwa kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada penyelenggaraan kegiatan-kegiatan pada akhir tahun nanti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk itu sekali lagi saya sampaikan kepada bapak ibu sekalian, Gas! Jangan lagi tunggu-tunggu,” tegas Bupati John dalam penyampaian arahannya saat memimpin apel gabungan OPD di lapangan kantor Pusat Pemerintahan (Puspem), Senin (29/9/2025).
“Apa yang bisa kita lakukan kita mulai, sekali lagi saya sampaikan bahwa ada juga yang berpikir terkait dengan kegiatan-kegiatan ini musti ada petunjuk dari pimpinan (Bupati), tidak ada ya. Sekali lagi saya sampaikan tidak ada petunjuk-petunjuk apapun,” lanjutnya.
Ungkapan ini disampaikan Bupati John karena beredar kabar banyak oknum yang mendatangi OPD dan menjual nama Bupati serta Wakil Bupati untuk mendapatkan proyek.
Oleh karena itu, semua OPD diminta untuk tegas dan tidak memperdulikan hal-hal tersebut dan menjalankan tuags serta tanggung jawab sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Lanjut dikatakan, akibat dari ini, pekan sebelumnya realisasi keungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika masih berada di bawah angka 30 persen.
Menurutnya, ini sangatlah riskan. Bahkan, katanya ada banyak operator masing-masing OPD yang kerap berbeda pendapat dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika.
Ia pun meminta kepada seluruh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kepala-Kepala OPD dapat terus melakukan evaluasi mengenai hal tersebut.










