Warga Mimika Unjuk Rasa Tuntut Penarikan Militer dari Distrik Jila

Ahmad

Rabu, 17 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa dari Bundaran Timika Indah menuju ke Kantor DPRK Mimik dalam rangka aksi damai menuntut penarikan militer dari Distrik Jila, Rabu (17/12/2025).(Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Massa dari Bundaran Timika Indah menuju ke Kantor DPRK Mimik dalam rangka aksi damai menuntut penarikan militer dari Distrik Jila, Rabu (17/12/2025).(Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Sejumlah warga Kabupaten Mimika, Papua Tengah, yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Jila (SPJ) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Rabu (17/12/2025).

Dalam aksi unjuk rasa ini, aliansi masyarakat, mahasiswa dan pemuda itu turun ke jalan guna menyuarakan aspirasi mereka tentang situasi yang saat ini sedang dialami masyarakat di Distrik Jila.

Menurut mereka, keberadaan aparat militer di Distrik Jila telah menyebabkan trauma yang mendalam, terlebih setelah adanya operasi penyisiran terhadap anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada tanggal 10 Desember 2025 lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, banyak dari masyarakat setempat mengungsi ke ibu kota distrik, tepatnya di Kampung Jila.

Mereka tidak datang dengan tangan kosong melainkan dengan berbagai spanduk bertuliskan “Tarik Militer” sebagai tuntutan sekaligus protes.

Aksi tersebut dinahkodai oleh Ketua Koorlap Melianus Alom dan Marianus Dekme selaku Wakil Koorlap. Mereka mengawali aksi dengan long march dari bundaran Timika Indah menuju ke kantor DPRK Mimika pada pagi hari.

Berdasarkan pantauan, sekitar pukul 10.30 WIT, massa tiba di halaman depan gedung kantor DPRK Mimika dan langsung diterima oleh Ketua Komisi II DPRK Mimika Dolfin Beanal beserta jajarannya.

Orasi pun dimulai, satu per satu orator secara bergilir menyampaikan aspirasi mereka di hadapan para anggota dewan.

Baca Juga :  Penyaluran Bama ke 3 Kampung Terdampak Bencana di Tembagapura Terkendala Cuaca

Dalam kesempatan itu, para orator menyerukan penarikan militer dari Distrik Jila, baik pasukan organik maupun non-organik.

“TNI-Polri segera tarik militer yang ada di atas di Distrik Jila, segera! Kami ingin rayakan Natal dengan situasi yang aman, damai, tentram,” teriak salah seorang orator.

Sebuah spanduk bertuliskan “Kami bukan musuh negara, kami warga negara, kami tidak ingin hidup ketakutan di atas tanah sendiri” pun terpampang nyata di depan para wakil rakyat seolah menegaskan bahwa masyarakat butuh rasa aman dan damai dalam menyambut perayaan hari suci kelahiran Yesus Kristus pada tanggal 25 Desember nanti.

Ketua Aliansi Pemuda Amungme (APA), Hellois Kemong, yang turut hadir dalam aksi pun mendesak pemerintah daerah agar serius dalam menangani persoalan di Distrik Jila.

“Bupati Mimika jangan menutup mata terkait masalah yang ada di Jila. Kenapa pemerintah lebih serius terhadap persoalan Wakia dan Kwamki Narama sementara Jila tidak?” tandasnya.

Setelah seluruh rangkaian orasi, mereka lalu membacakan tujuh poin tuntutan sebagai pernyataan sikap SPJ.

Adapun tujuh poin tuntutan yang pertama adalah menuntut Presiden Republik Indonesia segera menarik militer dari Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Kedua, Komnas HAM Republik Indonesia segera datang di Kabupaten Mimika, Distrik Jila.

Ketiga, masyarakat Amungme menuntut dengan tegas pencabutan status zona merah di seluruh wilayah adat Amungsa, dari Jigimugi sampai Jelamatagal.

Baca Juga :  Koalisi HAM Papua Desak Pertanggungjawaban Konflik Sorong akibat Pemindahan Tapol

Keempat, negara wajib menjamin hak asasi masyarakat sipil. Kelima, militer wajib menjalankan hukum humaniter.

Keenam, Pemerintah Kabupaten Mimika segera ciptakan suasana damai di Distrik Jila, agar masyarakat bisa mengikuti perayaan Natal dan tahun baru dalam suasana damai.

Dan yang terakhir, DPRK Mimika segera bentuk Panitia Khusus (Pansus) Kemanusiaan khususnya di Distrik Jila.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRK Mimika Dolfin Beanal kepada awak media menyampaikan bahwa tujuh tuntutan ini akan ditindaklanjuti di tingkat dewan dan akan dibahas secara bersama dengan Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau.

Dolfin menyebutkan, sebelumnya ia telah mendatangi Distrik Jila dan sempat bertemu dengan masyarakat yang mengungsi.

Karena itu, lanjut dikatakan bahwa terkait pansus sudah direncanakan dan akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.

“Pansus itu kita sudah rencanakan, kita juga akan berkolaborasi dengan Pansus Kemanusiaan Provinsi Papua Tengah, kita akan ambil beberapa dari tim-nya mereka, kita akan bikin dan kita akan kaji apa yang terjadi di sana,” kata Dolfin.

Dolfin juga mengharapkan agar dalam menjelang perayaan Natal, pihaknya tidak akan diam dan akan segera menindaklanjuti semua tuntutan masyarakat guna menghadirkan situasi yang aman dan kondusif bagi masyarakat di Distrik Jila.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kehadiran Aparat Non-Organik Timbulkan Rasa Takut Masyarakat Papua
Aksi Front Rakyat Papua di DPRK Mimika, Soroti Otsus hingga Investasi
Sengketa Tapal Batas Kapiraya: Warga Tiga Kampung Dilaporkan Mengungsi
Kritikan Mahasiswa dan Pemuda di Tengah Pujian Capaian Positif JOEL Pimpin Mimika
Pengungsi Nduga Dinilai Terabaikan, Pemerintah Diminta Bertindak Serius
Kepala Suku Mee Tekankan Penyelesaian Adat Sengketa Batas Kapiraya
Aksi 1.000 Lilin di Timika, Desak Pengusutan Kasus Andrie Yunus
Soroti Aksi Mogok, Pemuda Mimika Usul Petugas Sampah Diangkat Jadi PPPK

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 14:04 WIT

Kehadiran Aparat Non-Organik Timbulkan Rasa Takut Masyarakat Papua

Selasa, 7 April 2026 - 22:38 WIT

Aksi Front Rakyat Papua di DPRK Mimika, Soroti Otsus hingga Investasi

Jumat, 27 Maret 2026 - 23:12 WIT

Sengketa Tapal Batas Kapiraya: Warga Tiga Kampung Dilaporkan Mengungsi

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:22 WIT

Kritikan Mahasiswa dan Pemuda di Tengah Pujian Capaian Positif JOEL Pimpin Mimika

Senin, 23 Maret 2026 - 16:18 WIT

Pengungsi Nduga Dinilai Terabaikan, Pemerintah Diminta Bertindak Serius

Berita Terbaru

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, berkomunikasi dengan para pejabat usai apel gabungan di pelataran Kantor Pusat Pemerintahan, SP3, Timika, Papua Tengah, Senin (13/4/2026). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Pemerintahan

Wabup Mimika Tegur Pejabat Tahan Kendaraan Dinas Usai Mutasi

Senin, 13 Apr 2026 - 15:02 WIT

Salah satu toko penjual plastik di Kabupaten Mimika yang terdampak kenaikan harga bahan baku. Galeripapua/ Kevin Kurni

Ekonomi

Lonjakan Harga Plastik Tekan Usaha di Mimika

Minggu, 12 Apr 2026 - 06:37 WIT

Finalis Duta Bahasa Papua 2026 pada malam puncak pemilihan duta bahasa Papua di Kota Jayapura, Sabtu, 11 April 2026. Galeripapua/Ikbal Asra

Event

Isak-Melani Jadi Wajah Baru Duta Bahasa Papua 2026

Minggu, 12 Apr 2026 - 06:01 WIT