MIMIKA – Laju inflasi di Kabupaten Mimika pada Desember 2025 tercatat melandai dan menjadi yang terendah dalam dua tahun terakhir.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mencatat, inflasi year on year (y-on-y) pada Desember 2025 sebesar 2,03 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi Desember 2024 dan 2023.
Berdasarkan data Berita Resmi Statistik (BRS) yang diterima media ini, Rabu (7/1/2026), tingkat inflasi y-on-y Timika pada Desember 2025 tercatat 2,03 persen, dengan inflasi year to date (y-to-d) juga sebesar 2,03 persen.
Sebagai perbandingan, inflasi y-on-y Desember 2024 berada di angka 3,99 persen, dengan inflasi y-to-d sebesar 3,99 persen.
Sementara pada Desember 2023, inflasi y-on-y dan y-to-d masing-masing tercatat 3,51 persen.
BPS Kabupaten Mimika menyebutkan, meskipun inflasi melandai, perkembangan harga berbagai komoditas pada Desember 2025 secara umum masih menunjukkan kenaikan.
Hasil pemantauan petugas BPS di lapangan mencatat inflasi y-on-y sebesar 2,03 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,53 pada Desember 2024 menjadi 112,77 pada Desember 2025. Sementara inflasi month to month (m-to-m) tercatat sebesar 0,54 persen.
Inflasi y-on-y tersebut dipicu oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan indeks sebesar 0,18 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 0,84 persen.
Kenaikan juga terjadi pada kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,73 persen; kelompok kesehatan 1,16 persen; kelompok transportasi 2,15 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 4,06 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 3,55 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak hingga 21,32 persen.
Di sisi lain, sejumlah kelompok pengeluaran justru mengalami penurunan indeks, yakni kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,82 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen; serta kelompok pendidikan sebesar 0,15 persen.
BPS juga mencatat sejumlah komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Desember 2025, antara lain emas perhiasan, minyak goreng, ikan kembung, sigaret kretek mesin (SKM), bawang merah, angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, nasi dengan lauk, wortel, beras, kopi bubuk, santan jadi, pisang, cabai merah, hingga gula pasir dan mobil.
Sementara itu, komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y di antaranya daging babi, cabai rawit, tomat, bawang putih, daging ayam ras, telur ayam ras, daging sapi, tahu mentah, jeruk, obat gosok, pakaian muslim pria, hingga sepatu wanita.
Untuk inflasi m-to-m, komoditas yang dominan menyumbang kenaikan harga meliputi angkutan udara, emas perhiasan, bahan bakar rumah tangga, bawang merah, cabai rawit, tempe, bensin, tomat, daging ayam ras, minyak goreng, wortel, serta pembalut wanita.
Adapun komoditas yang memberikan andil deflasi m-to-m pada Desember 2025 antara lain terong, kangkung, bawang putih, ikan mumar, beras, ketimun, dan obat gosok.
Dari sisi kontribusi terhadap inflasi y-on-y, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil sebesar 0,09 persen; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,12 persen; perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga 0,02 persen; kesehatan 0,05 persen; transportasi 0,20 persen; rekreasi dan budaya 0,03 persen; penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,13 persen; serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,43 persen.
Sementara kelompok pakaian dan alas kaki memberikan andil deflasi y-on-y sebesar 0,03 persen dan kelompok pendidikan sebesar 0,01 persen.
Adapun kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tercatat tidak memberikan andil signifikan terhadap inflasi maupun deflasi y-on-y.










