Operasi Perbatasan Berbuah Hasil, Koops Swasembada Musnahkan Senjata OPM

Endy Langobelen

Rabu, 18 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koops Swasembada memusnahkan sejumlah barang bukti hasil operasi di wilayah perbatasan RI–Papua Nugini (PNG), Selasa (17/2/2026). (Foto: Koops Swasembada)

Koops Swasembada memusnahkan sejumlah barang bukti hasil operasi di wilayah perbatasan RI–Papua Nugini (PNG), Selasa (17/2/2026). (Foto: Koops Swasembada)

JAYAPURA – Komando Operasi (Koops) Swasembada memusnahkan sejumlah barang bukti hasil operasi di wilayah perbatasan RI–Papua Nugini (PNG), Selasa (17/2/2026).

Pemusnahan yang dilakukan di Sentani, Jayapura, Papua, ini menjadi penegasan bahwa pendekatan dialogis dan humanis tetap berjalan beriringan dengan langkah tegas penegakan hukum dalam menjaga stabilitas keamanan Papua.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Galeripapua.com, disampaikan bahwa barang bukti yang dimusnahkan terdiri atas beberapa pucuk senjata api, baik pabrikan maupun rakitan, serta ratusan butir munisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seluruhnya merupakan hasil penindakan Satgas jajaran Koops Swasembada dalam operasi pengamanan di sepanjang garis perbatasan.

Pemusnahan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan simbol pertanggungjawaban kepada publik atas hasil operasi yang telah dilaksanakan.

Koops Swasembada menilai keberhasilan ini menunjukkan efektivitas strategi teritorial yang diterapkan di lapangan.

Baca Juga :  Kronologi Penembakan Anggota Polsek Kurima di Yahukimo

Selain pengamanan senjata dan munisi, Koops Swasembada juga mencatat capaian signifikan dalam operasi tersebut.

Dalam penindakan terhadap kelompok bersenjata yang terafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM), aparat berhasil melumpuhkan Pangkodap XV Ngalum Kupel, Lamek Alipky Taplo, beserta tiga anggotanya.

Di sisi lain, pendekatan persuasif yang dilakukan secara konsisten turut membuahkan hasil. Sebanyak 17 anggota OPM dilaporkan kembali dan menyatakan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Koops Swasembada menyebut capaian ini sebagai indikator bahwa strategi yang mengedepankan komunikasi, pembinaan, serta pendekatan humanis tetap relevan dalam menciptakan stabilitas jangka panjang.

Pangkoops Swasembada, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, menegaskan bahwa pemusnahan barang bukti tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan menjaga keamanan di Tanah Papua.

“Pemusnahan ini adalah bukti komitmen kami untuk terus menjaga keamanan Papua. Kami tidak hanya melakukan penindakan terhadap kelompok bersenjata, tetapi juga membuka ruang bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali ke pangkuan NKRI. Pendekatan humanis akan terus kami kedepankan, namun tindakan tegas tetap dilakukan terhadap setiap ancaman yang mengganggu kedaulatan negara,” tegasnya.

Baca Juga :  Seorang Perempuan Ditikam OTK di Jalan Hasanuddin Timika

Menurutnya, stabilitas keamanan menjadi prasyarat utama bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia.

Karena itu, Koops Swasembada akan terus memperkuat pola operasi yang adaptif, memadukan langkah teritorial dengan operasi penegakan hukum secara terukur.

Dengan pemusnahan barang bukti ini, Koops Swasembada menegaskan posisinya sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan RI–PNG.

Aparat memastikan, setiap ancaman terhadap keamanan akan ditindak tegas, namun pintu rekonsiliasi tetap terbuka bagi siapa pun yang memilih kembali ke pangkuan NKRI.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pertamina Hentikan Penyaluran Pertalite di SPBU SP2 Mimika, Ini Penyebabnya
Satgas Damai Cartenz Ringkus Pemasok Senjata Ilegal KKB di Jayapura
Satgas ODC Identifikasi Tujuh Terduga Pelaku Pembunuhan Pilot AMA
Kejari Mimika Sita Rp300 Juta dalam Penyidikan Dugaan Korupsi Proyek Pembukaan Lahan
Operasi Kogabwilhan III Selama 6 Bulan: 47 Senpi dan 3.000 Batang Ganja Disita
TNI Perkuat Pengamanan Bandara Perintis Papua Usai OPM Bakar Pesawat dan Bunuh Pilot
Pesawat AMA Dibakar, Uskup Jayapura: Gereja Tak Pernah Bawa Kepentingan Politik
Polisi Selidiki Perusakan 10 Makam di Mimika Timur

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:47 WIT

Pertamina Hentikan Penyaluran Pertalite di SPBU SP2 Mimika, Ini Penyebabnya

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:43 WIT

Satgas Damai Cartenz Ringkus Pemasok Senjata Ilegal KKB di Jayapura

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:09 WIT

Satgas ODC Identifikasi Tujuh Terduga Pelaku Pembunuhan Pilot AMA

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:20 WIT

Kejari Mimika Sita Rp300 Juta dalam Penyidikan Dugaan Korupsi Proyek Pembukaan Lahan

Senin, 6 Juli 2026 - 15:44 WIT

Operasi Kogabwilhan III Selama 6 Bulan: 47 Senpi dan 3.000 Batang Ganja Disita

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi (kiri), dan Vice President Government Relations PT Freeport Indonesia, Lenny Josephina (kanan), menandatangani Berita Acara Serah Terima hibah 11 kilometer pipa HDPE di area operasional dataran rendah PTFI, Mile 34, Mimika, Papua Tengah, Kamis, 9 Juli 2026. Dok. PTFI

Freeport

PTFI Serahkan Hibah 11 Km Pipa HDPE ke Pemkab Mimika

Jumat, 10 Jul 2026 - 14:39 WIT