Polisi Tangkap Jaringan PIS, Diduga Penyebar Propaganda via Medsos

Endy Langobelen

Selasa, 3 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat kepolisian dari Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap seorang pria jaringan Papua Inteligence Service. (Foto: Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026)

Aparat kepolisian dari Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap seorang pria jaringan Papua Inteligence Service. (Foto: Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026)

MIMIKA – Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam penyebaran propaganda dan provokasi melalui media sosial di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Berdasarkan siaran pers yang diterbitkan Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, disebutkan penindakan itu dilakukan pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIT di kawasan SP3 Trans DMT Utikini Tiga, Distrik Kuala Kencana.

Aparat bergerak setelah mengantongi bukti permulaan yang cukup terkait aktivitas digital yang dinilai memicu keresahan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari hasil penyelidikan awal, terduga pelaku disebut merupakan bagian dari jaringan PIS (Papua Inteligence Service).

Ia diduga aktif mengunggah konten yang mengandung ujaran kebencian, narasi provokatif, serta materi bermuatan kekerasan yang berkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Baca Juga :  OPM Sebut Aparat Bakar Rumah Warga dan Jadikan Pos, TNI: Itu Hoaks dan Menyesatkan

Konten-konten tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kebencian dan permusuhan di tengah masyarakat, sekaligus mendorong gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua.

Dijerat Pasal Berlapis

Dalam proses penyidikan, penyidik telah melakukan gelar perkara. Terduga pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 263 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta Pasal 35 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Atas sangkaan tersebut, yang bersangkutan terancam pidana penjara paling lama 12 tahun dan denda maksimal Rp12 miliar.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigadir Jenderal Polisi Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penindakan terhadap propaganda digital merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas keamanan, termasuk di ruang siber.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang menyebarkan provokasi, manipulasi informasi, maupun konten yang berpotensi memecah belah masyarakat. Penegakan hukum ini adalah bentuk perlindungan negara agar ruang digital tidak disalahgunakan untuk menebar kebencian dan mendorong konflik,” tegasnya.

Baca Juga :  Dari Ucapan Rasis ke Kerusuhan di Yalimo: 2 Orang Tewas, Ratusan Mengungsi

Patroli Siber Diperkuat

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Komisaris Besar Polisi Adarma Sinaga, menyatakan bahwa pengawasan terhadap aktivitas digital akan terus diperkuat.

Menurutnya, patroli siber dan analisis jejak digital dilakukan secara berkelanjutan guna mendeteksi lebih dini potensi penyebaran konten provokatif.

“Keamanan tidak hanya dijaga di lapangan, tetapi juga di ruang digital. Kami mengimbau masyarakat untuk bijak bermedia sosial, tidak mudah terprovokasi, serta tidak turut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kolaborasi masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika
Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi
8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua
Polisi Tangkap Pelaku Begal Ponsel di Mimika Kurang dari 24 Jam
Kejari Mimika Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya Senilai Rp8,7 Miliar
Begal Merajalela di Mimika, Polres Bentuk Tim Khusus
Polisi Selidiki Dugaan Jaringan Narkoba di Jalan Pattimura Timika
Polres Mimika Musnahkan Sabu Rp900 Juta, Tren Narkoba Melonjak Tajam

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:35 WIT

Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:06 WIT

Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:53 WIT

8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:45 WIT

Polisi Tangkap Pelaku Begal Ponsel di Mimika Kurang dari 24 Jam

Senin, 8 Juni 2026 - 15:31 WIT

Kejari Mimika Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya Senilai Rp8,7 Miliar

Berita Terbaru