Mimika Prioritaskan Infrastruktur dan SDM untuk Percepat Pemerataan Pembangunan

Kevin Kurni

Sabtu, 25 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika, Septinus Timang. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika, Septinus Timang. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemerataan pembangunan melalui penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta transformasi pelayanan publik berbasis digital.

Arah kebijakan tersebut menjadi fokus utama pembangunan daerah tahun 2026, sejalan dengan program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Mimika yang menitikberatkan pada konektivitas antarwilayah hingga penguatan pembangunan dari kampung.

Kepala Bappeda Mimika, Septinus Timang, mengatakan percepatan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama, terutama untuk membuka akses antar distrik yang selama ini masih terbatas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu langkah konkret yang tengah dikerjakan adalah pembukaan ruas jalan penghubung Agimuga menuju Fakafuku sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah.

“Prioritas pak bupati di tahun ini kan lebih berfokus pada kecepatan pembangunan infrastruktur. Contohnya konekvitas antar wilayah,” ujar Septinus usai mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektor di Kantor Bappeda Mimika, Jalan Mayon, Kamis (23/4/2026).

Meski demikian, pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut tidak berjalan mudah. Pemerintah daerah menghadapi tantangan karena sebagian kawasan yang akan dibuka berada di area konsesi dan kawasan konservasi.

Baca Juga :  Bupati Ultimatum OPD, Serapan APBD Mimika Baru 30 Persen Hingga Agustus

Menurut Septinus, koordinasi intensif dengan PT Freeport Indonesia serta Kementerian Kehutanan menjadi penting agar pembangunan tetap berjalan sesuai regulasi dan tidak merusak lingkungan.

“Kita khawatir bahwa di Agimuga itu selain kawasan hutan lindung ada taman Lorenz, kurang lebih hampir 100 lebih spesies peninggalan zaman purbakala ada di situ,” katanya.

Selain pembangunan fisik, Pemkab Mimika juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas SDM sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Septinus menilai capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di tingkat kabupaten belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil masyarakat di kampung-kampung.

Karena itu, Bappeda bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) tengah menyiapkan kajian untuk mengukur kualitas pembangunan manusia hingga ke 133 kampung yang tersebar di 18 distrik.

“Kita mungkin buat dalam satu konsep penelitian untuk bagaimana kita mengukur indeks pembangunan terutama di 133 kampung,” ujarnya.

Dalam sektor ekonomi, Pemkab Mimika juga mendorong penerapan konsep one district, one product agar setiap distrik memiliki produk unggulan masing-masing dan tidak terjadi tumpang tindih komoditas.

Baca Juga :  80 ASN Mimika Ikut Bimtek Pokja, 19 yang Lulus Ujian Sertifikasi

Produk unggulan tersebut nantinya akan didukung oleh dinas teknis, termasuk dalam aspek pemasaran dan promosi agar benar-benar memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Selama ini kan hanya jadi konsumsi masyarakat. Mereka jual tidak laku, mereka bawa pulang tidak dapat hasil,” kata Septinus.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Mimika harus dimulai dari kampung karena sebagian besar penduduk tinggal di wilayah tersebut.

“Kalau kampung maju, maka kabupaten juga akan maju,” ujarnya.

Di sisi lain, transformasi digital juga menjadi fokus penting dalam reformasi birokrasi. Seluruh layanan publik, termasuk di tingkat distrik, didorong untuk beralih ke sistem digital agar pelayanan menjadi lebih cepat, efisien, dan mudah diakses masyarakat.

“Kita sekarang bukan hidup di era-era konvensional lagi. Semua serba teknologi, sehingga semua proses pelayanan harus dipermudah dengan model-model pendekatan digitalisasi,” katanya.

Septinus optimistis, pembangunan infrastruktur yang konsisten akan menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi Mimika dalam jangka panjang.

“Ini berat, tapi saya pikir itu pasti bisa, karena ini kan tuntutan masyarakat,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasar Lama Timika akan Dijadikan RTH, Pemkab Siapkan Paru-Paru Kota Baru
Pemkab Mimika Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Percepatan Penurunan Stunting 2026
Meraba Misi Digitalisasi Dukcapil Mimika Menuju Integrasi Satu Data
Ketahanan Pangan Mimika: Bulog Perkuat Jaring Pengaman Sosial bagi 27 Ribu Warga
Memangkas Sekat Birokrasi di Mimika
BRIDA Mimika Dorong Kolaborasi dan Digitalisasi Pelaporan Inovasi Daerah
Mimika Menjemput Bola, Menambal Celah Digital
Sinergi TNI dan Pemkab Mimika: Membedah Program TMMD ke-128 di Kampung Keakwa

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 11:39 WIT

Mimika Prioritaskan Infrastruktur dan SDM untuk Percepat Pemerataan Pembangunan

Jumat, 24 April 2026 - 19:39 WIT

Pasar Lama Timika akan Dijadikan RTH, Pemkab Siapkan Paru-Paru Kota Baru

Kamis, 23 April 2026 - 20:08 WIT

Pemkab Mimika Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Percepatan Penurunan Stunting 2026

Kamis, 23 April 2026 - 20:02 WIT

Meraba Misi Digitalisasi Dukcapil Mimika Menuju Integrasi Satu Data

Kamis, 23 April 2026 - 14:21 WIT

Ketahanan Pangan Mimika: Bulog Perkuat Jaring Pengaman Sosial bagi 27 Ribu Warga

Berita Terbaru