Temui Wapres, Kepala Suku Amungme Tuntut Keadilan Ekonomi dan Peran di Sektor Tambang

Ahmad

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan Jackson Beanal bersama Wapres Gibran. (Foto: Istimewa)

Pertemuan Jackson Beanal bersama Wapres Gibran. (Foto: Istimewa)

MIMIKA — Dalam upaya memperjuangkan hak ulayat dan posisi tawar masyarakat adat Papua, Kepala Suku Amungme, Jackson Beanal, melakukan pertemuan strategis dengan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, di Timika baru-baru ini.

Pertemuan yang difasilitasi oleh jembatan komunikasi dari Presiden ke-7 RI ini menyoroti perlunya pergeseran paradigma dalam pembangunan Papua.

Jackson Beanal, yang juga merupakan Direktur PT Sinabuk Nemangkawi Abadi, membawa aspirasi krusial mengenai ketimpangan ekonomi di wilayah lingkar tambang Papua Tengah. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan penghormatan terhadap pemilik hak ulayat agar masyarakat lokal tidak sekadar menjadi penonton di tanah sendiri.

“Bapak Wakil Presiden, kami tidak menolak pembangunan. Kami hanya meminta keadilan. Tanah ini adalah ibu kami, dan kami ingin menjadi tuan di atas tanah kami sendiri,” tegas Jackson dalam dialog tersebut.

Selain isu keadilan ekonomi, Jackson memaparkan daftar kebutuhan mendesak bagi warga Amungme, mulai dari pembangunan bandara perintis di Tsinga, jalan penghubung antarkampung, pemukiman layak, hingga akses kesehatan dan pendidikan.

Secara spesifik, ia mendorong pengakuan formal bagi masyarakat adat dalam pengambilan keputusan ekonomi dan mendesak agar putra daerah diberikan posisi strategis di perusahaan besar seperti PT Freeport Indonesia.

Merespons tuntutan tersebut, Wakil Presiden Gibran menginstruksikan Sekretaris Wapres Al Muktabar dan Staf Ahli Wapres Tina Talisa untuk segera melakukan tindak lanjut teknis.

Baca Juga :  Masyarakat Adat Papua Tolak Alih Status 486 Ribu Hektar Hutan di Papua Selatan

Arahan ini menandakan bahwa pemerintah pusat memandang aspirasi masyarakat adat sebagai agenda strategis nasional yang memerlukan solusi lintas kementerian.

Pertemuan lanjutan antara tim kepresidenan dan Jackson Beanal pun akan digelar di Jakarta dalam waktu dekat untuk memetakan langkah konkret.

Fokus utama pemerintah kini adalah memastikan distribusi manfaat ekonomi dari sumber daya alam Papua dapat dirasakan langsung oleh masyarakat asli melalui kebijakan yang inklusif dan bermartabat.

Langkah cepat Sekretariat Wakil Presiden ini dianggap sebagai sinyalemen positif bagi perubahan arah kebijakan di Papua, di mana masyarakat adat mulai ditempatkan sebagai subjek utama dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Suku Besar Damal Nikolas Alome Ajak Keluarga Hindari Konflik dan Jaga Keamanan Wilayah
Koalisi Sipil Desak Pemerintah Indonesia Buka Akses Pemantauan Internasional ke Papua
Kepala Suku Damal Imbau Masyarakat Kibogolome Jaga Persatuan dan Tidak Terprovokasi
AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News
KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua
OPM Bantah 4 Orang yang Serahkan Senjata di Puncak Jaya Anggotanya
Enam Tahun Kematian Pendeta Yeremia, KontraS Pertanyakan Rantai Komando
Kepala Suku Makuba Bagikan Bibit Cabai untuk Perkuat Pangan Lokal Papua

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:39 WIT

Kepala Suku Besar Damal Nikolas Alome Ajak Keluarga Hindari Konflik dan Jaga Keamanan Wilayah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:54 WIT

Koalisi Sipil Desak Pemerintah Indonesia Buka Akses Pemantauan Internasional ke Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:33 WIT

Kepala Suku Damal Imbau Masyarakat Kibogolome Jaga Persatuan dan Tidak Terprovokasi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIT

AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News

Rabu, 30 September 2026 - 15:35 WIT

KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua

Berita Terbaru