TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika menutup resmi rangkaian Timika Inside Festival of Art (TIFA) ke-VI Tahun 2026 di Timika, Sabtu, 4 Juli 2026. Festival tiga hari itu berlangsung sejak 2 Juli 2026 dengan tema “Bernada dalam Gerak, Menebus Irama dan Mengukir Prestasi.”
Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Fransiskus Bokeyau, membacakan sambutan Bupati Mimika dalam acara penutupan. Ia berterima kasih kepada panitia, TIFA Creative, relawan, sponsor, seniman, budayawan, pelaku UMKM, aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan media massa atas kontribusi menyukseskan festival. “TIFA harus kita jaga bersama sebagai salah satu agenda budaya yang tidak hanya bernilai artistik, tetapi juga memiliki manfaat sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat Mimika,” kata Fransiskus.
Festival menghadirkan kolaborasi seniman, komunitas, generasi muda, pelaku ekonomi kreatif, dan masyarakat dalam satu panggung. Fransiskus menyebut seni dalam TIFA berfungsi sebagai sarana pendidikan, pelestarian budaya, penguat persaudaraan, sekaligus ruang lahirnya prestasi generasi muda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ribuan pengunjung memadati lokasi selama tiga hari pelaksanaan. Kehadiran mereka mendongkrak aktivitas pelaku UMKM, sektor kuliner, kerajinan, transportasi, dan perhotelan di Timika.
Pemerintah Kabupaten Mimika menyatakan komitmen mendukung pengembangan seni, budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari pembangunan daerah. Fransiskus menegaskan pembangunan tidak hanya soal infrastruktur fisik, tapi juga pembangunan manusia dan pelestarian warisan budaya.
“Kita meyakini bahwa pembangunan tidak semata berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga tentang pembangunan manusia, pembangunan karakter, penguatan jati diri, serta pelestarian warisan budaya yang menjadi akar kehidupan masyarakat kita,” ujarnya.
Ia mengajak generasi muda Mimika mencintai dan melestarikan budaya daerah. “Jadikan seni sebagai ruang untuk bertumbuh, berkarya, berprestasi, dan menjaga kebersamaan. Jadikan keberagaman sebagai kekuatan, bukan perbedaan yang memisahkan,” katanya.
Fransiskus menyampaikan apresiasi kepada peserta festival, pemenang lomba, komunitas seni, dan panitia pelaksana atas kerja sejak tahap perencanaan hingga penutupan acara. Pemerintah berharap semangat dari TIFA terus berlanjut dan berkembang menjadi agenda budaya yang dikenal hingga tingkat nasional dan internasional.







