ASF Makin Ganas, Bupati Mimika Minta Peternak Tidak Bakar Bangkai Babi

Ahmad

Selasa, 6 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng. (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng. (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

MIMIKA – Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, meminta para peternak babi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, agar tidak membakar bangkai babi yang mati akibat virus African Swine Fever (ASF).

Seperti diketahui, virus ASF atau yang juga dikenal sebagai Demam Babi Afrika kini sudah tersebar pada tiga distrik di Kabupaten Mimika, yakni Distrik Mimika Baru (Miru), Wania dan Kuala Kencana.

Bupati Omaleng saat ditemui pada Selasa (6/2/2024) menekankan, ternak babi yang mati terjangkit virus ASF sebaiknya dikubur dan tidak dibuang ke sungai atau tempat sampah sehingga tidak menyebarkan penyakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Omaleng berharap para peternak babi lebih waspada terhadap penyebaran virus ASF dengan menguburkan babi yang mati di lokasi yang jauh dari organisasi masyarakat.

Baca Juga :  Pembunuhan Pilot Glen dan Operasi Bela-Alama 1996

“Kalau mau kubur ternak babi yang terjangkit virus ASF juga harus mencari tempat yang jauh dari kawasan masyarakat untuk mencegah penyebaran virus,” ujar Bupati Omaleng.

Sementara itu, meskipun sebelumnya pemerintah telah melakukan intervensi dengan melaksanakan sosialisasi terhadap peternak babi, penyemprotan desinfektan, hingga pemberian serum konvalesen, tapi tampaknya hal itu kurang efektif.

Pasalnya, jumlah babi yang mati setiap hari semakin bertambah. Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, jumlah babi yang mati akibat terjangkit virus Demam Babi Afrika ini sudah mencapai 519 ekor per Senin, 5 Februari 2024.

Kepala Disnak Keswan Kabupaten Mimika, drh. Sabelina Fitriani, mengungkapkan virus ini semakin sulit dikendalikan karena masih ada masyarakat yang membeli babi dari wilayah yang masuk dalam zona merah.

Baca Juga :  Rolling Dinilai Langgar Aturan, ASN Non Job di Mimika Tuntut Jabatannya Kembali

Tak hanya itu, ada juga peternak yang membuang babinya ke sungai sehingga menyebabkan penyebaran ASF semakin gesit. Faktor lainnya adalah jarak kandang babi yang satu dengan kandang babi lainnya terbilang dekat.

Sabelina pun mengimbau agar peternak dapat memberikan injeksi serum konvalesen sebanyak tiga kali sehari pada babi, membersihkan kandang secara berkala, serta tidak berinteraksi dengan kandang lain.

“Pemda Mimika sudah menyiapkan lahan untuk lokasi penguburan babi yang mati. Dalam waktu dekat, lokasi tersebut akan digunakan,” pungkas Sabelina.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sertijab Wania: Ria Mandiwa Lanjutkan Program, Sorotan pada Bantuan Rumah OAP
Lenis Kogoya Dorong Pelibatan Masyarakat Adat Kelola Dapur MBG di Papua Tengah
Usai RDP, DLH Mimika Siapkan BPJS JHT dan Tambahan APD untuk Petugas Kebersihan
Persido Dogiyai Tahan Persipuja 0-0, Bidik Kemenangan atas Persintan
Dirut BPJS Kesehatan ke Mimika Gandeng Pemda Perkuat JKN
Musrenbang RKPD 2026 Distrik Kwamki Narama Himpun 167 Usulan Program Pembangunan
Menanti Strategi Jitu Pembangunan Distrik Jita dari Hasil Musrenbang 2026
Musrenbang Distrik Jita, Fransiskus Bokeyau Tekankan Skala Prioritas Pembangunan 2026

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 21:21 WIT

Sertijab Wania: Ria Mandiwa Lanjutkan Program, Sorotan pada Bantuan Rumah OAP

Jumat, 13 Maret 2026 - 06:07 WIT

Lenis Kogoya Dorong Pelibatan Masyarakat Adat Kelola Dapur MBG di Papua Tengah

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:16 WIT

Usai RDP, DLH Mimika Siapkan BPJS JHT dan Tambahan APD untuk Petugas Kebersihan

Senin, 9 Maret 2026 - 23:40 WIT

Persido Dogiyai Tahan Persipuja 0-0, Bidik Kemenangan atas Persintan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 14:46 WIT

Dirut BPJS Kesehatan ke Mimika Gandeng Pemda Perkuat JKN

Berita Terbaru

Jenazah korban dievakuasi dari Kali Kabur, Mile 30 Tanggul Barat, areal PT Freeport Indonesia, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Rabu (18/3/2026). (Foto: Istimewa)

Peristiwa

Seorang Perempuan Ditemukan Tak Bernyawa di Mile 30 Mimika

Rabu, 18 Mar 2026 - 23:00 WIT

*Stadion Wania Imipi Diasesmen Polda untuk Liga 4 PSSI Papua Tengah* MIMIKA – Menjelang bergulirnya kompetisi Piala Gubernur Liga 4 PSSI Papua Tengah musim 2025/2026 pada 9 Maret 2026 mendatang, kesiapan Stadion Wania Imipi SP... _Baca selengkapnya:_ https://galeripapua.com/stadion-wania-imipi-diasesmen-polda-untuk-liga-4-pssi-papua-tengah/