Freeport Indonesia Dukung Pengentasan Penyakit TB di Mimika

Endy Langobelen

Sabtu, 30 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Promosi kesehatan pengenalan dan pencegahan penyakit TB oleh Tim CHD PTFI kepada siswa SD Ayuka dalam rangka momentum Hari TB Sedunia, Kamis (21/03/2024). (Foto: Istimewa/Corporate Communication PTFI)

Promosi kesehatan pengenalan dan pencegahan penyakit TB oleh Tim CHD PTFI kepada siswa SD Ayuka dalam rangka momentum Hari TB Sedunia, Kamis (21/03/2024). (Foto: Istimewa/Corporate Communication PTFI)

MIMIKA – PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika terus bekerja sama mengentaskan penyakit Tuberculosis (TB) melalui kemitraan erat dengan rumah sakit, puskesmas, dan lembaga kesehatan lainnya dalam meningkatan aksesibilitas pengujian dan pengobatan masyarakat.

“PTFI menempatkan kesehatan dalam prioritas tinggi termasuk di dalamnya eliminasi TB. Kami menjalankan program bersama pemangku kepentingan termasuk masyarakat untuk pemberantasan TB secara berkelanjutan lewat program TOSS yakni Temukan Obati Sampai Sembuh,” kata Direktur & EVP Sustainable PTFI, Claus Wamafma.

Claus mengatakan upaya PTFI dalam program pemberantasan TB dimulai sejak tahun 1996 berupa dukungan pemeriksaan kasus TB di Puskesmas Timika dan Wania serta promosi kesehatan terkait TB.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“PTFI juga mendirikan Klinik TB yang kini sudah diserahterimakan kepada Pemkab Mimika,” ujarnya.

Pada 2023, jelas Claus, kunjungan pasien ke Klinik TB sebanyak 7.184. Sedangkan kunjungan Voluntary Counseling & Testing (VCT) TB di klinik sebanyak 961 kunjungan.

Baca Juga :  Resmikan RS Bhayangkara Dira Cartenz, Kapolda: Ini untuk Polri dan Masyarakat Umum

Sementara data dari Tim CHD PTFI, pasien TB yang telah dinyatakan sembuh sejak 1996-2023 berjumlah 5.798 pasien, dan yang melakukan pengobatan sebanyak 10.230 pasien.

Selain itu, PTFI juga mendukung Puskesmas Mimika dalam menyampaikan penyuluhan kepada masyarakat. Penyuluhan dilakukan dengan memperhatikan beberapa aspek yakni tingkat pendidikan, sosial ekonomi, maupun ketersediaan waktu masyarakat.

Penyuluhan dilakukan melalui kelompok kecil di mana para kader dapat menggunakan metode ceramah, ataupun diskusi dan saling bertukar pikiran. Suasana pertemuan berlangsung santai namun tetap diikuti secara serius oleh warga.

“Sasaran kami adalah pasien, keluarga pasien, hingga kelompok kecil masyarakat,” terang Claus.

Di samping itu, Kepala Dinas Kesehatan Mimika Reynold Ubra mengatakan persoalan besar Mimika saat ini adalah menggerakkan semua sektor termasuk masyarakat agar menjaga perilaku serta lingkungannya. Sebab, TB sangat mudah menular.

Baca Juga :  Tekan Risiko Kanker Serviks, Loka POM Mimika Tuntaskan Vaksinasi HPV bagi 300 Perempuan

“Kasus TBC di Mimika masih tinggi dan masih menjadi satu masalah kesehatan utama. Pada tahun 2022 lalu, keberhasilan pengobatan mencapai lebih dari 76 persen dengan kemampuan mendeteksi lebih dari 90 persen,” kata Reynold.

Dikutip dari siaran pers Kementerian Kesehatan (22/3/2024), berdasarkan Global TB Report 2023, Indonesia menjadi negara kedua tertinggi kasus TB setelah India dengan estimasi sebanyak 1.060.000 kasus dan angka kematian 134.000 per tahun. Angka tersebut lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Adapun Hari Tuberkulosis Sedunia diperingati setiap tanggal 24 Maret. Tema Hari Tuberkulosis Sedunia 2024 adalah “Yes! We Can End TB” atau “Ya, Kita Bisa Mengakhiri TB”.

Hari Tuberkulosis Sedunia 2024 menegaskan pentingnya kesadaran, pendidikan, dan tindakan bersama dalam memerangi penyakit menular yang telah ada sejak lama ini.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Mimika Dorong Cegah Malaria Sebelum Warga Sakit
PAM GKI Klasis Mimika Dukung Eliminasi Malaria
PC PMI Mimika Dorong Program Eliminasi Malaria
Kasus Malaria Mimika Tembus 118 Ribu, YACP Dorong Media Jadi Penggerak Pencegahan
Pemuda Muslim Dorong Pelajar Jadi Agen Pencegahan Malaria di Mimika
Asap Karhutla Ancam Kelompok Rentan, Amungsa Cares Papua Imbau Penggunaan Masker
Kabut Asap Picu Kenaikan Kasus ISPA di Mimika, Dinkes Catat Lebih dari 63 Ribu Penderita
Kasus Malaria Puskesmas Timika Naik 6,4 Persen, Pemeriksaan Diperluas

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIT

PAM GKI Klasis Mimika Dukung Eliminasi Malaria

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:59 WIT

PC PMI Mimika Dorong Program Eliminasi Malaria

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:00 WIT

Kasus Malaria Mimika Tembus 118 Ribu, YACP Dorong Media Jadi Penggerak Pencegahan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:08 WIT

Pemuda Muslim Dorong Pelajar Jadi Agen Pencegahan Malaria di Mimika

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:02 WIT

Asap Karhutla Ancam Kelompok Rentan, Amungsa Cares Papua Imbau Penggunaan Masker

Berita Terbaru

Didi Kurniawan, M.Kes., resmi terpilih sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Tomia Kabupaten Mimika periode 2026–2031. (Foto: KKT Mimika)

Organisasi

Didi Kurniawan Terpilih Pimpin KKT Mimika 2026–2031

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:57 WIT