PANIAI – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM), mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan dan pembakaran sejumlah bangunan di Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Selasa (21/5/2024) dan Rabu (22/5/2024).
Klaim tersebut disampaikan Panglima TPNPB Komando Daerah Pertahanan (Kodap) III Intan Jaya, Undius Kogoya, melalui laporan yang diteruskan oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, pada Rabu malam.
Undius Kogoya menjelaskan penyerangan itu diawali dengan aksi penembakan kepada seorang pemilik kios di perbatasan Kota Enarotali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihaknya meyakini, pemilik kios yang diketahui bernama Arwin, adalah seorang anggota TNI yang menyamar sebagai pedagang.
Tidak hanya melepaskan tembakan, Undius menyebut pasukannya melakukan upaya pembakaran terhadap kios tersebut.
“Kemudian anggota teroris TNI-Polri masuk dan baku tembak berlangsung terjadi sekitar pukul 23.54 WIT,” ujar Undius.
Dalam kontak tembak itu, Undius melanjutkan, seorang anggota pasukan elite Kodap VIII Intan Jaya, atas nama Detius Kogoya alias Masyarakat Kogoya, gugur sekitar pukul 24.00 WIT.
“Jenazah anggota pasukan elite tersebut tidak bisa dievakuasi karena posisi jasadnya berada di tengah-tengah insiden baku tembak,” jelasnya.
Detius alias Masyarakat Kogoya merupakan anggota TPNPB-OPM aktif. Detius menurut Undius, telah bergabung dengan TPNPB sejak muda dan menyandang pangkat mayor.
Meski baru berusia 21 tahun, Detius telah diangkat menjadi anggota Pasukan Khusus Kodap VIII Intan Jaya.
Lebih lanjut, sekitar pukul 02.51 WIT, Undius bersama pasukannya kembali melanjutkan aksi pembakaran terhadap sejumlah kios serta sebuah pom bensin.
Gugurnya Detius Kogoya juga dibenarkan oleh pihak aparat melalui Ka Ops Damai Cartenz 2024, Kombes Pol Faizal Ramadhani.
Faizal mengatakan, ajudan Undius Kogoya itu ditemukan meninggal dunia saat aparat gabungan TNI-Polri melakukan penyisiran di lokasi kejadian penyerangan dan pembakaran sejumlah bangunan oleh kelompok kriminal bersenjata (sebutan lain TPNPB).
“Kami merespon aksi KKB tersebut dengan melakukan pengejaran dan tembakan balasan ke arah KKB,” kata Faizal Ramadhani.
“Setelah dilakukan penyisiran, ditemukan satu jenazah anggota KKB atas nama Basoka Lawiya alias Masyarakat Kogoya yang peranya adalah ajudan pimpinan KKB Undius Kogoya,” katanya lagi.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024, AKBP Bayu Suseno, dalam keterangannya juga mengatakan pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa sebuah magazine, satu unit teleskop, dan tiga buah handphone.
Ia menyebut, KKB Pimpinan Undius Kogoya merupakan KKB wilayah Intan Jaya yang beberapa waktu lalu hingga saat ini melakukan aksi gangguan keamanan di Kabupaten Paniai.
Dia menambahkan, saat ini, aparat gabungan TNI-Polri dan Satgas Ops Damai Cartenz terus berjaga-jaga untuk memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat di Kabupaten Paniai.










