Anggota DPRK Nduga Ungkap Adanya Korban Jiwa Pascapenyerangan oleh Aparat di Gearek

Endy Langobelen

Senin, 22 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim investigasi menemui para pengungsi di lapangan. (Foto: Istimewa/Dok. Tim investigasi)

Tim investigasi menemui para pengungsi di lapangan. (Foto: Istimewa/Dok. Tim investigasi)

NDUGA — Anggota DPRK Nduga, Ans Serera, mengungkap adanya korban jiwa dan pengungsian besar-besaran warga sipil setelah meninjau langsung kondisi di Distrik Gearek, Kabupaten Nduga.

Tinjauan lapangan itu dilakukan sejak 18 — 20 Desember 2025 menyusul peristiwa dugaan serangan udara yang dilakukan oleh aparat keamanan pada 12–13 Desember 2025.

Adapun tim investigasi yang turun terdiri dari DPRK Nduga, perwakilan Pemkab Nduga, kepala distrik, sejumlah kepala kampung, pihak Yayasan Keadilan Keutuhan Manusia Papua, mahasiswa dan para intelektual Nduga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ans Serera yang juga selaku Ketua Fraksi NIS mengatakan bahwa berdasarkan keterangan warga di lokasi, peristiwa penyerangan itu bermula sejak 10 Desember 2025, bertepatan dengan Hari HAM Sedunia.

Awalnya aparat melakukan aktivitas pemantauan pada pagi hari selama dua hari, 10 dan 11 Desember 2025. Pemantauan dilaksanakan menggunakan kamera drone.

Situasi kemudian memuncak pada 12 Desember 2025, ketika sejumlah helikopter dilaporkan melintas dan terjadi dugaan serangan udara di sekitar permukiman warga.

Baca Juga :  Kalapas Nabire Pastikan 19 Napi Kabur, Begini Kronologinya

Lebih lanjut dalam tinjauannya, Ans Serera menyatakan melihat secara langsung kampung-kampung yang ditinggalkan warga serta rumah-rumah yang mengalami kerusakan berat.

Kondisi tersebut, kata dia, menjadi bukti nyata dampak serius yang dialami masyarakat sipil, khususnya perempuan dan anak-anak.

“Saya turun langsung ke lapangan dan melihat sendiri bagaimana situasi di sana. Kampung kosong, rumah rusak, dan masyarakat terpaksa mengungsi untuk menyelamatkan diri,” ujar Ans Serera.

Anggota DPRK Nduga, Ans Serera, menemui para pengungsi dan menyerahkan bantuan bahan makanan. (Foto: Istimewa/Dok. Tim Investigasi)
Anggota DPRK Nduga, Ans Serera, menemui para pengungsi dan menyerahkan bantuan bahan makanan. (Foto: Istimewa/Dok. Tim Investigasi)

Adapun informasi dari warga dan keluarga korban di Distrik Gearek, bahwa peristiwa tersebut mengakibatkan seorang anak perempuan berusia tujuh tahun, Aristina Giban, dilaporkan meninggal dunia akibat terkena tembakan.

Ibu korban, Wina Kerebea, juga dilaporkan mengalami luka dalam kejadian yang sama.

Ans Serera menambahkan, hingga saat ini, jenazah anak tersebut belum diserahkan kepada pihak keluarga.

Ia meminta adanya kejelasan dan pengakuan resmi dari aparat terkait agar keluarga korban memperoleh kepastian dan hak mereka.

Baca Juga :  Sadis! Pria di Mimika Tewas Ditembus Belasan Anak Panah

Selain korban jiwa, Ans Serera menyoroti dampak kemanusiaan berupa pengungsian besar-besaran warga sipil.

Dari hasil pendataan di lapangan, sekitar 46 orang mengungsi ke wilayah Enggolok, Wendama, dan Kenyam.

Sementara itu, sebanyak 87 kepala keluarga mengungsi ke Desa Yunsugu, Kabupaten Asmat, serta sekitar 18 kepala keluarga lainnya ke wilayah Kali Kabur.

Dalam perjalanan pengungsian menuju Kali Kabur, seorang warga bernama Elius Baye (25 tahun) dilaporkan meninggal dunia di hutan akibat sakit dan kekurangan makanan.

Temuan tersebut, menurut Ans Serera, menunjukkan bahwa dampak kejadian di Gearek telah berkembang menjadi krisis kemanusiaan.

“Atas nama wakil rakyat, saya sangat menyesalkan kondisi ini. Negara wajib melindungi rakyatnya. Perempuan dan anak-anak tidak boleh menjadi korban, dan pengungsian besar-besaran ini harus segera ditangani secara serius,” tandasnya.

Sejak awal beredarnya isu penyerangan yang berdampak pengungsian ini terjadi, pihak aparat kemanan, baik TNI maupun Polri, belum memberikan pernyataan resmi.

Galeripapua.com telah berupaya mengonfirmasi pihak TNI, namun hingga saat ini, belum ada tanggapan apapun.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas ODC Tangkap DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport
Dua Pemuda di Mimika Ditangkap Polisi Gara-gara Lakukan Pemerkosaan dan Mencuri
Seorang Pastor Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana, Polisi Selidiki Penyebabnya
Polisi Bekuk Dua Remaja Spesialis Curanmor di Mimika, 12 Sepeda Motor Disita
Sempat Disebut Tewas, Dua Anggota OPM di Maybrat Ternyata Masih Hidup
Koops TNI Habema Amankan Kembali Senjata Caracal yang Dirampas OPM
Polres Nabire dan Mimika Diusulkan Naik Status Jadi Polresta
Kejari Biak Numfor Musnahkan 47,46 Gram Ganja dan Barang Bukti 6 Perkara

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:32 WIT

Satgas ODC Tangkap DPO Kasus Penembakan Karyawan Freeport

Selasa, 27 Oktober 2026 - 04:23 WIT

Dua Pemuda di Mimika Ditangkap Polisi Gara-gara Lakukan Pemerkosaan dan Mencuri

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:34 WIT

Seorang Pastor Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana, Polisi Selidiki Penyebabnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:24 WIT

Polisi Bekuk Dua Remaja Spesialis Curanmor di Mimika, 12 Sepeda Motor Disita

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:10 WIT

Sempat Disebut Tewas, Dua Anggota OPM di Maybrat Ternyata Masih Hidup

Berita Terbaru