Awen Magai Ajak Masyarakat Kabupaten Puncak Jaga Suka Cita Natal

Ahmad

Sabtu, 28 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh Intelektual Kabupaten Puncak, Awen Magai. (Foto: Istimewa)

Tokoh Intelektual Kabupaten Puncak, Awen Magai. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Tokoh Intelektual Kabupaten Puncak, Awen Magai, mengajak masyarakat Kabupaten Puncak dan Kabupaten Mimika untuk senantiasa menjaga suka cita Natal di tahun 2024.

Hal itu disampaikan Awen buntut adanya pertikaian antara dua kelompok warga di Jalan C. Heatubun (Jalan Baru) Timika antara kelompok Komplek KPPN dengan kelompok Komplek Bandara pada Rabu 25 Desember 2024 lalu.

Selain itu, buntut pertikaian tersebut juga, Penjabat (Pj) Bupati Puncak, Nenu Tabuni pun turut hadir di Mimika untuk meredam kelompok yang bertikai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Awen, Natal merupakan hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus.

Baca Juga :  Bupati Mimika Optimistis Persemi Juara Liga 4 Piala Gubernur Papua Tengah

Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 25 Desember.

“Hari Raya Natal adalah hari bentuk kelahiran Yesus Kristus yang datang membawa damai kepada kami umat manusia sehingga kami merayakan. Saya mengajak kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Puncak dan Kabupaten Mimika agar menjaga kamtibmas di Kabupaten Puncak,” kata Awen Jumat 27 Desember 2024.

Awen melanjutkan, Natal memiliki beberapa makna, di antaranya adalah yang pertama Pengorbanan; Allah mengorbankan Yesus Kristus agar manusia terbebas dari dosa.

Baca Juga :  Lantik Petrus Yumte Sebagai Pj Sekda Mimika, Ini Perintah Johannes Rettob

Yang kedua, Solidaritas; Yesus rela datang ke dunia dan menjadi sama seperti manusia

Ketiga, kesederhanaan; Yesus lahir di kota kecil Betlehem, di dalam palungan atau tempat makan ternak.

Keempat, universalitas; Natal adalah bagi semua orang dari segala bangsa. Kelima, sukacita besar; Natal adalah kabar sukacita bagi manusia. Dan yang keenam, kemenangan; Melalui kelahiran Yesus, kesudahan iblis dan kejahatan makin dekat.

Dalam tradisi Barat, perayaan Natal juga mengandung aspek non-agamawi, seperti pohon Natal, kartu Natal, bertukar hadiah, dan kisah tentang Santa Klaus.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News
KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua
OPM Bantah 4 Orang yang Serahkan Senjata di Puncak Jaya Anggotanya
Enam Tahun Kematian Pendeta Yeremia, KontraS Pertanyakan Rantai Komando
Kepala Suku Makuba Bagikan Bibit Cabai untuk Perkuat Pangan Lokal Papua
Ahli Pers Minta Sengketa Bupati Mimika dan Media Ditempuh Lewat UU Pers
Keluarga Korban Pembunuhan di Mimika Desak Polisi dan Kejaksaan Beri Kepastian Hukum
Tahun Ini Korban Konflik Bersenjata di Papua Tembus 163 Orang, Komnas HAM Minta Presiden Bentuk Tim Khusus

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIT

AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News

Rabu, 30 September 2026 - 15:35 WIT

KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua

Minggu, 27 September 2026 - 23:25 WIT

OPM Bantah 4 Orang yang Serahkan Senjata di Puncak Jaya Anggotanya

Kamis, 24 September 2026 - 13:39 WIT

Enam Tahun Kematian Pendeta Yeremia, KontraS Pertanyakan Rantai Komando

Rabu, 23 September 2026 - 20:12 WIT

Kepala Suku Makuba Bagikan Bibit Cabai untuk Perkuat Pangan Lokal Papua

Berita Terbaru