Menuju Generasi Sehat dan Cerdas, Sorong Selatan Terapkan MBG di Empat Titik

Minggu, 21 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Imekko mengikuti sosialisasi program pemerintah di Kampung Sayolo, Teminabuan, Sorsel, Papua Barat Daya. (Foto: Galeri Papua/Bele Pulo)

Masyarakat Imekko mengikuti sosialisasi program pemerintah di Kampung Sayolo, Teminabuan, Sorsel, Papua Barat Daya. (Foto: Galeri Papua/Bele Pulo)

SORONG – Empat titik di Sorong Selatan (Sorsel), Papua Barat Daya akan jadi lokasi pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG). Program ini bertujuan memberikan asupan gizi yang baik kepada anak-anak agar tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi kuat di masa depan.

“Pemerintah saat ini telah mencanangkan berbagai program penting demi meningkatkan mutu dan kualitas generasi penerus bangsa, khususnya anak-anak dan masyarakat,” kata Wakil Bupati Sorsel, Yohan Bodori, kepada wartawan, Sabtu (20/9/2025).

Ia mengatakan, pemerintah telah menggelar tatap muka bersama masyarakat pada Sabtu (20/9/2025) sekitar pukul 12.00 WIT di Kampung Sayolo, Teminabuan, Sorsel, Papua Barat Daya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita patut bersyukur karena program MBG akan berjalan di empat titik, salah satunya di Distrik Teminabuan. Program ini bertujuan memberikan asupan gizi yang baik kepada anak-anak agar tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi kuat di masa depan,” ungkapnya.

Yohan menjelaskan, selain itu, pemerintah juga menghadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) sebagai bentuk perhatian terhadap masyarakat.

Dengan adanya layanan ini, masyarakat dapat melakukan deteksi dini terhadap penyakit, memperoleh penanganan yang tepat, serta meningkatkan kesadaran hidup sehat.

Baca Juga :  Bupati dan Wakil Bupati Mimika Terjerat Hukum, Ribka Haluk: Pemerintahan Tetap Harus Berjalan

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat adat Imekko, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan,” ungkapnya.

Ia mengatakan Mubes ini adalah wadah untuk mempererat tali persaudaraan, menyatukan pemikiran, dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga warisan adat serta mendukung pembangunan daerah.

“Mari kita bersatu padu, bahu-membahu, dan menunjukkan bahwa masyarakat Imekko mampu menjaga persatuan dan menjadi teladan bagi seluruh masyarakat Papua Barat Daya. Kita bersama-sama mendukung seluruh program pemerintah pusat maupun daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” bebernya.

” Tidak ada kata terlambat untuk kita bersatu demi Indonesia yang lebih baik. Dari Sabang sampai Merauke kita adalah satu kesatuan, dan bersama-sama kita akan mewujudkan bangsa yang maju, adil, dan sejahtera,” tutupnya.

Sementara itu Kabid Kesmas dan Kasie Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Yuliana Wugaje, mengatakan program yang dicanangkan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah, harus didukung.

Baca Juga :  52 Tahun, Kantor SAR Timika Butuh Tambahan SDM

“Saya ingin mengajak seluruh masyarakat, khususnya para ibu hamil, untuk memanfaatkan setiap pelayanan kesehatan yang telah disediakan. Kita tahu bahwa 1000 hari pertama kehidupan adalah masa emas yang sangat menentukan tumbuh kembang anak,” tegasnya.

Ia mengatakan pada masa inilah seorang ibu perlu mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, asupan gizi yang cukup, serta pendampingan yang tepat, agar dapat melahirkan generasi Imekko yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

“Melalui program MBG, anak-anak kita memperoleh makanan tambahan yang bernilai gizi tinggi. Hal ini sangat bermanfaat untuk mencegah stunting, meningkatkan daya tahan tubuh, serta menunjang perkembangan otak sehingga mereka bisa tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas,” katanya.

Sementara itu, Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) hadir untuk memberikan layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat, khususnya ibu hamil.

Dengan adanya PKG, ibu-ibu dapat melakukan pemeriksaan rutin, memantau kesehatan janin, serta memperoleh penanganan dini bila ada masalah kehamilan.

Kedua program itu saling melengkapi demi lahirnya generasi penerus yang sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinkes Jayapura: 503 Pasien Kusta Masih Jalani Pengobatan
Mimika Jadi yang Tertinggi di Papua Tengah, Disdukcapil Kebut Pemutakhiran Database OAP
Babak 16 Besar Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup II Dimulai Hari Ini
PUPR Papua Tengah Upayakan Konektivitas Trans Nabire-Timika dan Enarotali-Sugapa
Menjahit Konektivitas, Menghapus Label 3T di Waropen
Tim Reforma Agraria Dibentuk, Pemanfaatan Lahan di Mimika Didorong Lebih Produktif
Enam Poin Krusial Hasil Forum Strategis Papua: Dari Revisi PMK hingga Sekber
Kekakuan Administrasi Jakarta vs Realitas Papua: Tantangan Otsus di Mata Velix Wanggai

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:18 WIT

Dinkes Jayapura: 503 Pasien Kusta Masih Jalani Pengobatan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:22 WIT

Mimika Jadi yang Tertinggi di Papua Tengah, Disdukcapil Kebut Pemutakhiran Database OAP

Senin, 18 Mei 2026 - 11:16 WIT

Babak 16 Besar Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup II Dimulai Hari Ini

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:16 WIT

PUPR Papua Tengah Upayakan Konektivitas Trans Nabire-Timika dan Enarotali-Sugapa

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:11 WIT

Menjahit Konektivitas, Menghapus Label 3T di Waropen

Berita Terbaru

FGD - Peserta berfoto bersama usai Focus Group Discussion (FGD) eliminasi kusta yang digelar Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa di Puskesmas Abepura, Sabtu, 23 Mei 2026. Diskusi membahas percepatan eliminasi kusta di Kota Jayapura di tengah tingginya angka kasus dan masih kuatnya stigma terhadap pasien. Galeripapua/Ikbal Asra

Pemerintahan

Dinkes Jayapura: 503 Pasien Kusta Masih Jalani Pengobatan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 21:18 WIT

Kesehatan - Peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) eliminasi kusta yang digelar Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa di Puskesmas Abepura, Sabtu, 23 Mei 2026. Diskusi membahas percepatan eliminasi kusta, pengurangan stigma terhadap pasien, serta penguatan kolaborasi lintas sektor di Kota Jayapura. Galeripapua/ Ikbal Asra

Kesehatan

LKC Dompet Dhuafa Papua Gelar FGD Bahas Eliminasi Kusta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:26 WIT