Trendi Pasar Murah untuk Tekan Inflasi di Mimika

Ahmad

Selasa, 14 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga saat berbelanja di salah satu stan Gerakan Pangan Murah yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika di pelataran Kantor Kelurahan Inauga, Selasa (14/11/2023). (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

Warga saat berbelanja di salah satu stan Gerakan Pangan Murah yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika di pelataran Kantor Kelurahan Inauga, Selasa (14/11/2023). (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

MIMIKA – Sepanjang tahun 2023, pelaksanaan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah sudah menjadi trendi di hampir setiap daerah, terlebih di Kabupaten Mimika.

Bagi pemerintah Kabupaten Mimika, kedua kegiatan ini merupakan upaya dalam rangka menekan laju inflasi dan menstabilkan harga serta pasokan pangan.

Di Mimika, kedua kegiatan ini dilaksanakan oleh dua organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Mimika, yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Ketahanan Pangan (DKP).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disperindag menamai kegiatannya dengan nama Pasar Murah, sedangkan DKP menyebutnya Gerakan Pangan Murah.

Sejak awal tahun 2023, Disperindag Mimika telah mengucurkan anggaran senilai Rp1 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Induk untuk pengadaan Pasar Murah.

Sedangkan Gerakan Pangan Murah pada DKP menggunakan anggaran dari APBD Induk sebesar Rp1,5 milliar dan APBD Perubahan sebesar Rp3 miliar.

Untuk Disperindag sendiri, dari awal tahun 2023 hingga saat ini, sudah melaksanakan Pasar Murah sebanyak 15 kali dan rencananya akan terus digelar sampai Desember mendatang.

Sementara DKP sudah melakukan Gerakan Pangan Murah sebanyak 27 kali, baik dengan anggaran APBD induk maupun perubahan.

Baca Juga :  Jenazah Pilot Selandia Baru dan Helikopter Utuh, Tak Ada Tanda Dibakar

DKP pun masih akan menggelar Gerakan Pangan Murah, bahkan bakal rutin setiap harinya mulai tanggal 8 Desember hingga tanggal 20 Desember 2023.

Pada pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ke-27 yang berlangsung di Halaman Kantor Kelurahan Inauga, Distrik Wania, Mimika, Papua Tengah, Selasa (14/11/2023), Kepala Seksi Distribusi Pangan pada DKP Mimika, Husnia, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat agar mendapatkan harga yang lebih terjangkau di bawah harga pasar.

“Untuk inflasi, dari awal tahun 2023 memang sudah ada inflasi. (Jadi) ini untuk menjaga stabilisasi pasokan harga juga selain menekan inflasi,” terang Husnia.

Hal itu juga sempat dikatakan oleh Kepala Seksi Pengembangan Sarana Perdagangan, Ribka D Aibekob, pada gelaran Pasar Murah beberapa waktu lalu di Pelataran Graha Eme Neme Yauware.

Ribka mengatakan, Pasar Murah merupakan salah satu agenda Disperindag untuk menekan laju inflasi di Mimika yang beberapa bulan terakhir kerap naik-turun.

Selain itu, hadirnya pasar murah juga untuk memberikan harga pangan yang stabil bagi masyarakat yang lebih membutuhkan.

Baca Juga :  Polsek Miru Ringkus Komplotan Curanmor Lintas Wilayah di Nawaripi

Lantas bagaimanakah tanggapan masyarakat terkait pelaksanaan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah tersebut?

Menurut Markus, seorang warga yang ditemui media ini, upaya pemerintah melalui pelaksanaan Pasar Murah sudah cukup efektif dalam menekan laju inflasi, meskipun belum sepenuhnya maksimal.

Namun, ada juga yang dipertegas olehnya terkait dengan peruntukkannya hingga pengawasan pendistribusiannya.

Dia berpendapat bahwa program ini akan benar-benar dapat menjangkau masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah, bila adanya pengawasan ketat dan berkala pada saat pelaksanaan.

“Kalau tidak (ada pengawasan), berarti nanti malah tidak merata ke masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, beberapa warga yang sebelumnya ditemui di lokasi pelaksanaan Gerakan Panga Murah yang digelar DKP, mengaku sudah cukup terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Pasalnya, harga barang yang dijual sangat murah di bawah harga pasar berkat subsidi dari pemerintah.

Namun demikian, warga tetap berharap agar ke depannya pelaksanaan Pasar Murah maupun Gerakan Pangan Murah dapat lebih tertata dan terawasi lagi sehingga barang yang dijual benar-benar diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas
Polusi Debu dan Asap di Mimika, Bupati Perintahkan Penanganan Darurat Udara
76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ
Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu
Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik
Rapat Tertutup Bahas Persoalan Kamtibmas, Mimika Bentuk Tim Terpadu
Kesbangpol Mimika Gelar Sosialisasi Penguatan Karakter Berbasis Pancasila dalam Keluarga
Lima Personel BPBD Mimika Disiapkan Jadi Tim Rescue Profesional

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 19:15 WIT

Di Balik Rencana Kota Kapiraya, Warga Masih Hidup dalam Waswas

Sabtu, 12 September 2026 - 15:14 WIT

Polusi Debu dan Asap di Mimika, Bupati Perintahkan Penanganan Darurat Udara

Jumat, 11 September 2026 - 15:29 WIT

76,83 Persen Paket Proyek Mimika Didelegasikan ke BPBJ

Rabu, 9 September 2026 - 18:39 WIT

Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu

Kamis, 3 September 2026 - 16:53 WIT

Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar Telah Dihabiskan untuk Penanganan Konflik

Berita Terbaru

Proses evakuasi salah satu korban penyanderaan KKB di Kabupaten Mimika. (Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

Hukrim

1 Korban Sandera KKB Berhasil Dievakuasi ke Timika

Senin, 14 Sep 2026 - 15:25 WIT

Suasana di sekitar lokasi kejadian saat dikerumuni warga setempat dan polisi pada Sabtu malam, 12 September 2026. (Foto: Polres Mimika)

Hukrim

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman Remaja di Mimika

Minggu, 13 Sep 2026 - 18:14 WIT