RDP dengan DPRK Mimika, Pemuda Mimika Bersatu Sampaikan 13 Tuntutan,

Ahmad

Selasa, 2 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana RDP Pemuda Mimika Bersatu dengan jajaran DPRK Mimika, di ruang rapat kantor DPRK Mimika, Selasa (2/9/2025). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

i

Suasana RDP Pemuda Mimika Bersatu dengan jajaran DPRK Mimika, di ruang rapat kantor DPRK Mimika, Selasa (2/9/2025). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Sebanyak 10 organisasi kemasyarakatan dan pemuda (OKP) yang tergabung dalam Pemuda Mimika Bersatu menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Selasa (2/9/2025).

RDP berlangsung di ruang rapat DPRK Mimika dan dihadiri Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau, Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, Dandim 1710/Mimika Letkol Inf M. Slamet Wijaya, serta ketua-ketua OKP.

Koordinator RDP, Yosep Temorubun, menegaskan forum ini menjadi wadah elegan bagi pemuda untuk menyampaikan aspirasi tanpa aksi anarkis.

“Saya menegaskan bahwa kami ingin memperlihatkan kepada publik bahwa ini cara yang elegan untuk menyampaikan aspirasi tanpa harus turun ke jalan dan bertindak anarkis,” ujar Yosep.

Ia menambahkan, kehadiran Pemuda Mimika Bersatu juga sebagai respon atas gejolak politik nasional sekaligus menyuarakan persoalan masyarakat Mimika, mulai dari kenaikan pajak hingga isu sosial daerah.

Baca Juga :  Penyaluran Dana Desa Tahap I di Mimika Tertunda hingga Juni, Ini Alasannya

Dalam forum tersebut, masing-masing ketua OKP menyampaikan aspirasi, yang kemudian dirumuskan menjadi 13 tuntutan. Beberapa poin utama di antaranya:

  1. Menolak kenaikan gaji dan tunjangan anggota legislatif di semua tingkatan.
  2. Menolak kebijakan kenaikan pajak yang membebani rakyat.
  3. Mendesak reformasi menyeluruh di tubuh TNI–Polri.
  4. Mengusut kasus kekerasan terhadap demonstran di seluruh Indonesia.
  5. Menyelesaikan pelanggaran HAM di Tanah Papua.
  6. Menolak tindakan represif aparat di Papua.
  7. Menuntut DPRK Mimika mengusut praktik BBM ilegal dan tambang emas ilegal di Distrik Mimika Barat Tengah.
  8. Meminta DPRK Mimika memanggil PT Freeport Indonesia dan perusahaan lain untuk memaparkan jumlah karyawan Orang Asli Papua serta membuka prioritas rekrutmen lokal.
Baca Juga :  Polres Mimika Rapat Koordinasi Tangani Konflik Kwamki Narama

Selain itu, tuntutan lainnya menyoroti pentingnya menjaga stabilitas keamanan, menolak provokasi yang merusak kedamaian, serta mendukung program pembangunan daerah.

Usai membacakan 13 tuntutan, Yosep menyerahkan dokumen resmi aspirasi kepada Ketua DPRK Mimika.

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, menyampaikan apresiasi atas langkah damai tersebut.

“Ini adalah hal yang luar biasa yang disampaikan oleh 10 OKP ataupun lebih dari itu, ini yang kami sangat inginkan,” kata Primus.

Ia menegaskan, tuntutan yang menjadi kewenangan daerah akan segera ditindaklanjuti di Mimika, sedangkan aspirasi yang menjadi ranah pemerintah pusat akan diteruskan ke DPR RI.

“Untuk DPR RI kami akan mengirim aspirasi mereka itu ke Jakarta. Hal ini DPR RI melihat seperti apa itu urusan mereka, kami akan meneruskan,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN
Tolak Sawit PT IKSJ, Masyarakat Moi Sigin Antar Surat ke Kantor Pusat CAA Group
Industri Kayu di Sorong Tinggalkan Krisis Hak dan Penghidupan Masyarakat Adat Moi
Koalisi HAM Papua Minta TNI Tak Intervensi Konflik Tanah Adat Marga Kwipalo di Merauke
Tolak Sawit, Masyarakat Adat Klagilit Maburu Usir Utusan Perusahaan di Sorong
Perdamaian Kwamki Narama, Willem Wandik Desak Percepatan Perdasus Konflik Adat Papua
Masyarakat Adat di Mimika Barat Jauh Tolak Sawit PT TAS, Soroti Ancaman Ruang Hidup
Aksi Damai di Mimika, Massa Tuntut Percepatan Penanganan Konflik Kwamki Narama

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:32 WIT

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Januari 2026 - 06:25 WIT

Tolak Sawit PT IKSJ, Masyarakat Moi Sigin Antar Surat ke Kantor Pusat CAA Group

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:14 WIT

Industri Kayu di Sorong Tinggalkan Krisis Hak dan Penghidupan Masyarakat Adat Moi

Minggu, 25 Januari 2026 - 12:36 WIT

Koalisi HAM Papua Minta TNI Tak Intervensi Konflik Tanah Adat Marga Kwipalo di Merauke

Selasa, 20 Januari 2026 - 18:15 WIT

Tolak Sawit, Masyarakat Adat Klagilit Maburu Usir Utusan Perusahaan di Sorong

Berita Terbaru

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Suara

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:32 WIT