Anggota KKB Pimpinan Egianus Ditangkap Saat Mabuk di Puskesmas

Endy Langobelen

Kamis, 7 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aparat kepolisian meriingkus Nowaiten Telenggen alias German Ubruangge, anggota KKB pimpinan Egianus Kogoya.(Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

i

Aparat kepolisian meriingkus Nowaiten Telenggen alias German Ubruangge, anggota KKB pimpinan Egianus Kogoya.(Foto: Istimewa/Satgas Humas Operasi Damai Cartenz)

NDUGA – Satu lagi simpul jaringan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya runtuh. Aparat gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap seorang pria yang diduga kuat menjadi anggota kelompok bersenjata paling dicari di Papua, Nowaiten Telenggen alias German Ubruangge (30), pada Kamis (7/8/2025).

Nowaiten diringkus di sebuah puskesmas di wilayah Kabupaten Nduga, dalam kondisi setengah sadar karena pengaruh minuman keras.

Penangkapan berlangsung cepat dan tanpa perlawanan sekitar pukul 09.04 WIT. Ia langsung digelandang ke Markas Polres Nduga untuk pemeriksaan intensif.

“Penangkapan ini merupakan langkah signifikan dalam upaya kita menekan ruang gerak KKB di wilayah Papua. Kami akan terus menelusuri jaringan yang berkaitan dengan Egianus Kogoya untuk menjamin keamanan warga sipil,” kata Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, dalam keterangannya, Kamis malam.

Dari hasil pemeriksaan awal, Nowaiten mengaku terlibat dalam serangkaian aksi kekerasan bersenjata yang menewaskan warga sipil hingga menyerang fasilitas vital negara.

Baca Juga :  Dijuluki 'Kota Dolar', Masyarakat Mimika Masih Banyak yang Miskin?

Di antaranya, penembakan mobil Armour putih di Jalan Trans Batas Batu pada April 2022, penembakan pesawat SAM Air PK-SMG di Bandara Kenyam pada Juni 2022, serta pembantaian terhadap pemuka agama dan warga di Kampung Nogolaid pada Juli 2022 silam.

Namun keterlibatan Nowaiten tak berhenti pada aksi kekerasan. Ia juga berperan sebagai penyedia logistik untuk kelompok Egianus serta bertugas mendokumentasikan aksi-aksi bersenjata mereka.

Polisi menyita satu unit ponsel Oppo A3X hitam dari tangan pelaku. Dari ponsel itu, tim siber mendapati rekaman suara yang diduga menyimpan rencana-rencana aksi lanjutan, termasuk upaya lobi ke sejumlah pengusaha lokal untuk meminta dana dan bahan makanan. Bila tidak dipenuhi, pelaku mengancam akan melakukan pemalangan jalan di wilayah Batas Batu.

Keterangan itu mengindikasikan adanya simpul ekonomi lokal yang terhubung dengan jaringan KKB. Satgas kini menelusuri kemungkinan keterlibatan Unit Kecil Menengah (UKM) dan tokoh masyarakat yang diduga menjadi simpatisan kelompok bersenjata.

Baca Juga :  Ajudan Pimpinan KKB Undinus Kogoya Dipastikan Meninggal Usai Kontak Tembak

“Kami komitmen menyampaikan informasi yang akurat dan terbuka kepada masyarakat. Kami juga minta dukungan masyarakat untuk segera melaporkan jika mengetahui keberadaan anggota kelompok bersenjata,” ujar Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo.

Tim Satgas Ops Damai Cartenz memastikan akan terus memperluas penyelidikan terhadap struktur jaringan KKB di bawah komando Egianus Kogoya, yang selama ini kerap berpindah-pindah lokasi di wilayah pegunungan Papua.

Kini, publik menanti sejauh mana informasi dari Nowaiten Telenggen mampu membuka tabir pergerakan KKB yang selama ini menghantui wilayah Nduga dan sekitarnya.

Di tengah sorotan nasional terhadap keamanan Papua, penangkapan ini menjadi titik terang—meski kecil—dalam upaya merestorasi ketertiban di bumi Cendrawasih.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Eks TPNPB-OPM Kodap Sinak Ikrar Setia kepada NKRI
Penyelundupan Dua Paket Sabu Digagalkan di Bandara Timika, Tujuan Ilaga
Polisi Gagalkan Peredaran 230 Liter Sopi di Pelabuhan Poumako Mimika
Kuasa Hukum Angkat Suara Soal Aksi Palang Sekolah di Mimika
Empat Sekolah di Mimika Dipalang Warga, Ribuan Siswa Terpaksa Belajar dari Rumah
Polres Mimika Limpahkan Tiga Berkas Kasus Narkotika ke Kejari
TPNPB Mengaku Dalang Penikaman di Yahukimo, Sebut Korban Agen Intelijen
Konflik Kwamki Narama Berakhir, Panah Babi dan Patah Panah Jadi Ritual Damai

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 20:04 WIT

Tiga Eks TPNPB-OPM Kodap Sinak Ikrar Setia kepada NKRI

Senin, 19 Januari 2026 - 17:13 WIT

Penyelundupan Dua Paket Sabu Digagalkan di Bandara Timika, Tujuan Ilaga

Senin, 19 Januari 2026 - 16:51 WIT

Polisi Gagalkan Peredaran 230 Liter Sopi di Pelabuhan Poumako Mimika

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:23 WIT

Kuasa Hukum Angkat Suara Soal Aksi Palang Sekolah di Mimika

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:17 WIT

Empat Sekolah di Mimika Dipalang Warga, Ribuan Siswa Terpaksa Belajar dari Rumah

Berita Terbaru

Ilustrasi peningkatan kasus campak di Mimika. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen regenerated by OpenAI)

Kesehatan

Kasus Campak di Mimika Meningkat, Dinkes Tetapkan KLB

Selasa, 20 Jan 2026 - 23:58 WIT

Tiga eks anggota TPNPB-OPM yakni Kataw Kulua (26 tahun), Yaikinus Murib (23 tahun), dan Lois Murib (28 tahun), berikrar setia kepada NKRI.(Foto: Istimewa/Satgas Yonif 142/Ksatria Jaya)

Hukrim

Tiga Eks TPNPB-OPM Kodap Sinak Ikrar Setia kepada NKRI

Senin, 19 Jan 2026 - 20:04 WIT