KNPB Intan Jaya Desak Referendum Ulang dan Investigasi HAM Internasional

Endy Langobelen

Senin, 1 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Intan Jaya. (Foto: Istimewa/KNPB Intan Jaya)

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Intan Jaya. (Foto: Istimewa/KNPB Intan Jaya)

INTAN JAYA — Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Intan Jaya mengeluarkan pernyataan resmi bertepatan dengan peringatan 64 tahun deklarasi kemerdekaan Papua Barat, Senin (1/12/2025).

Dalam siaran pers tersebut, KNPB mendesak Pemerintah Indonesia segera membuka ruang bagi referendum ulang sesuai standar internasional.

“KNPB Wilayah Intan Jaya mendesak kepada Pemerintah Indonesia untuk segera melakukan referendum ulang sesuai mekanisme internasional, one man one vote tanpa tekanan militer serta perwakilan orang Papua yang terjadi sejak tahun 1969 yang telah cacat hukum internasional dan moral bangsa Papua,” ujar Yakob Ugipa selaku Ketua KNPB Intan Jaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain soal referendum, KNPB juga meminta pemerintah membuka akses bagi lembaga HAM internasional untuk menyelidiki serangkaian dugaan pelanggaran berat.

Baca Juga :  Aktivis Mimika Desak Perda Khusus Lindungi Komoditas Lokal, Ancam Aksi Besar

Salah satunya terkait kasus pembunuhan Pendeta Yeremias Zanambani tahun 2020 yang disebut dalam siaran pers Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat.

“KNPB wilayah Intan Jaya juga mendesak kepada pemerintah Indonesia untuk segera membuka akses bagi lembaga-lembaga HAM internasional untuk melakukan investigasi pelanggaran HAM berat atas pembunuhan Pendeta Yeremias Zanambani…,” tegas Yakob.

Dia pun menyinggung operasi militer yang dinilai memicu korban sipil, kasus Soanggama berdarah, hingga penanganan pengungsi yang disebut minim bantuan.

KNPB juga menyoroti konflik bersenjata berkepanjangan di Papua yang menurut mereka telah menyebabkan puluhan ribu warga tewas serta 100 ribu orang mengungsi.

“KNPB Wilayah Intan Jaya juga meminta kepada Presiden Prabowo Subianto untuk dapat menyelesaikan konflik bersenjata yang terjadi selama 64 tahun…,” tulisnya.

Baca Juga :  Hari Keenam Ledakan Biak Numfor, 17 Potongan Tubuh Kembali Ditemukan

Di tingkat lokal, mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Intan Jaya menarik pos-pos militer yang tersebar di berbagai wilayah.

Pasalnya, kehadiran aparat dinilai menimbulkan trauma dan menghambat aktivitas masyarakat setempat.

KNPB turut meminta seluruh pihak yang terlibat konflik, baik TPNPB maupun TNI-Polri, untuk mematuhi hukum humaniter internasional, termasuk menghentikan penggunaan bangunan-bangunan sipil sebagai pos militer.

“Bangunan sipil yang saat ini masih digunakan oleh aparat militer Indonesia seperti sekolah-sekolah, rumah sakit, kantor-kantor dan rumah warga sipil serta gereja-gereja segera dikembalikan kepada warga untuk melakukan beribadah tanpa adanya tekanan militer,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Suku di Puncak Ajak Warga Jaga Keamanan Demi Masa Depan Pendidikan Anak
Silaturahmi dan Penyaluran Sembako, Tokoh Adat Puncak Dukung Bupati Jaga Keamanan demi Pembangunan
Mahasiswa Papua Gelar Panggung Rakyat, Tolak PSN dan Militerisme
CSR Freeport Disorot, Masyarakat Tsinga, Banti dan Aroanop Dinilai Masih Tertinggal
Mamberamo Raya: Warga Anggreso Desak Pemprov Papua Bangun Jalan ke Sarmi
Dewan Adat Daerah Mimika Desak Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya
Mimika: Tumpukan “Sampah” Regulasi, Program Inovasi, dan Kampanye Lingkungan
Perubahan Iklim Global: Ketika Iklim Menghangat, Malaria Menguat di Mimika

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:50 WIT

Kepala Suku di Puncak Ajak Warga Jaga Keamanan Demi Masa Depan Pendidikan Anak

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:21 WIT

Silaturahmi dan Penyaluran Sembako, Tokoh Adat Puncak Dukung Bupati Jaga Keamanan demi Pembangunan

Minggu, 28 Juni 2026 - 02:53 WIT

Mahasiswa Papua Gelar Panggung Rakyat, Tolak PSN dan Militerisme

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:31 WIT

CSR Freeport Disorot, Masyarakat Tsinga, Banti dan Aroanop Dinilai Masih Tertinggal

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:21 WIT

Mamberamo Raya: Warga Anggreso Desak Pemprov Papua Bangun Jalan ke Sarmi

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi (kiri), dan Vice President Government Relations PT Freeport Indonesia, Lenny Josephina (kanan), menandatangani Berita Acara Serah Terima hibah 11 kilometer pipa HDPE di area operasional dataran rendah PTFI, Mile 34, Mimika, Papua Tengah, Kamis, 9 Juli 2026. Dok. PTFI

Freeport

PTFI Serahkan Hibah 11 Km Pipa HDPE ke Pemkab Mimika

Jumat, 10 Jul 2026 - 14:39 WIT