Warga Nduga Minta Pemerintah Pulangkan Pengungsi dan Buka Akses Jalan Trans

Endy Langobelen

Minggu, 21 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendeta (Pdt.) Utnabek Lokbere menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat saat kunjungan kerja Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Nduga, Yoas Beon, bersama beberapa dinas terkait di Mbua, Rabu (17/9/2025). (Foto: Istimewa)

Pendeta (Pdt.) Utnabek Lokbere menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat saat kunjungan kerja Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Nduga, Yoas Beon, bersama beberapa dinas terkait di Mbua, Rabu (17/9/2025). (Foto: Istimewa)

NDUGA – Masyarakat Nduga melalui perwakilannya, Pendeta (Pdt.) Utnabek Lokbere, menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat saat kunjungan kerja Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Nduga, Yoas Beon, bersama beberapa dinas terkait di Distrik Mbua Tengah, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Rabu (17/9/2025).

Dalam pernyataannya, Lokbere menegaskan bahwa masyarakat Nduga mendesak pemerintah segera memulangkan warga yang masih berstatus pengungsi di berbagai daerah, seperti Wamena, Lanny Jaya, Jayapura, Timika, hingga wilayah lainnya.

“Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan bersama Pemerintah Kabupaten Nduga segera kembalikan warga Nduga ke kampung halaman masing-masing. Kami tidak ingin masyarakat terus berada di tanah orang lain, yang berdampak pada tingginya angka kematian,” kata Lokbere.

Selain pemulangan pengungsi, masyarakat juga menuntut pembukaan akses jalan trans yang menghubungkan Wamena – Mbua – Yigi – Mugi – Mapenduma – Paro – Yuguru hingga ke ibu kota Kenyam. Akses ini dinilai penting untuk mempercepat pembangunan dan memudahkan mobilitas warga.

Lokbere juga menekankan agar penyaluran bantuan untuk masyarakat lima distrik di Mbua dilakukan langsung ke lapangan Mbua, bukan melalui distrik lain.

“Jangan mengatasnamakan distrik lain atau menyalurkan bantuan melalui tempat lain. Bantuan harus sampai langsung kepada masyarakat Mbua,” ujarnya.

Baca Juga :  Seribu Lilin di Mimika: Melawan Lupa atas Tragedi Mutilasi

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat menggelar acara bakar batu sebagai simbol perdamaian dan keterbukaan akses.

Mereka menyatakan pintu masuk ke sejumlah distrik seperti Yigi, Yal, Mugi, Mapenduma, Yuguru, dan Paro kini dibuka kembali, sehingga aktivitas gereja maupun sekolah bisa berjalan setelah delapan tahun banyak warga hidup di luar kampung halaman.

Pdt. Lokbere menegaskan bahwa tuntutan ini bukan sekadar keinginan kelompok kecil, melainkan aspirasi masyarakat Nduga secara luas.

“Kami berharap pemerintah pusat bersama pemerintah daerah benar-benar mempertimbangkan tuntutan ini demi masa depan masyarakat Nduga,” tegasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CSR Freeport Disorot, Masyarakat Tsinga, Banti dan Aroanop Dinilai Masih Tertinggal
Mamberamo Raya: Warga Anggreso Desak Pemprov Papua Bangun Jalan ke Sarmi
Dewan Adat Daerah Mimika Desak Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya
Mimika: Tumpukan “Sampah” Regulasi, Program Inovasi, dan Kampanye Lingkungan
Perubahan Iklim Global: Ketika Iklim Menghangat, Malaria Menguat di Mimika
Arnold Beanal ke MRP Papua Tengah: Urus Konflik Papua, Soal Saham Freeport Sudah Selesai
Peringati Hari Buruh, Ini Harapan Serikat Pekerja di Lingkungan Freeport
MRP Papua Tengah Dorong Perdamaian Konflik Kwamki Narama, 16 Korban Jiwa Jadi Perhatian

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:21 WIT

Mamberamo Raya: Warga Anggreso Desak Pemprov Papua Bangun Jalan ke Sarmi

Senin, 8 Juni 2026 - 16:19 WIT

Dewan Adat Daerah Mimika Desak Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:04 WIT

Mimika: Tumpukan “Sampah” Regulasi, Program Inovasi, dan Kampanye Lingkungan

Senin, 18 Mei 2026 - 09:35 WIT

Perubahan Iklim Global: Ketika Iklim Menghangat, Malaria Menguat di Mimika

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:20 WIT

Arnold Beanal ke MRP Papua Tengah: Urus Konflik Papua, Soal Saham Freeport Sudah Selesai

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT