Home / DPR

SPBU SP 2 Disanksi, DPRK Mimika Wanti-wanti Penimbunan Pertalite

Rachmat Julaini

Kamis, 9 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Komisi II DPRK Mimika, Adrian Andhika Thie. (Foto: Galeri Papua/Rachmat Julaini)

Sekretaris Komisi II DPRK Mimika, Adrian Andhika Thie. (Foto: Galeri Papua/Rachmat Julaini)

MIMIKA – DPRK Mimika angkat bicara mengenai pemberian sanksi berupa pelarangan penjualan pertalite selama 14 hari di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di SP 2, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (9/7/2026).

Sekretaris Komisi II DPRK Mimika, Adrian Andhika Thie, mengatakan sanksi yang dilakukan Pertamina Patra Niaga adalah bagian dari tanggung jawab yang dijalankan perusahaan plat merah tersebut bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika.

Dia menilai sejumlah persoalan biasanya muncul di Mimika khususnya berkaitan dengan bahan bakar minyak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Misalnya saat terjadi kelangkaan BBM, adanya penimbunan, dan harga-harga BBM naik,” ujar Adrian Andhika Thie.

Ia mengapresiasi kinerja Pertamina Patra Niaga dan Disperindag Mimika karena adanya sanksi yang diberikan untuk mengamankan penyaluran BBM.

Baca Juga :  Novemberia, Horison Ultima Timika Hadirkan Berbagai Promo Menarik

Katanya, sanksi yang diberikan Pertamina Patra Niaga ke SPBU SP 2 salah satunya akibat adanya penjualan BBM subsidi (pertalite) dengan volume 100 liter bukan kepada pembeli seharusnya.

Ia menilai penjualan tersebut patut dipertanyakan. Sebab, penjualan BBM dengan tujuan industri, stasiun khusus penjualan BBM bagi industri sudah ada.

“Ini baru satu kali didapat (pelanggaran). Nah jangan sampai ternyata pembelian ini malah berujung pada penimbunan,” tegasnya.

Di sisi lain, ia mengharapkan Pertamina Patra Niaga dan Disperindag Mimika melakukan pengecekan seluruh SPBU yang ada dan penjualan BBM-nya.

Pihaknya juga meminta pengecekan penjualan-penjualan BBM eceran. Hal itu mengingat naiknya harga minyak dunia akibat pembatasan di Selat Hormuz.

Baca Juga :  Pembangunan Jalan di Nawaripi Dalam Jadi Prioritas AIYE

“Kalau tidak dicek dan situasi yang tidak pasti misalnya sampai akhir tahun, lalu ternyata harga BBM naik ditambah stoknya mulai langka serta pengecer makin banyak, maka selesai sudah,” ungkap Adrian Andhika Thie.

Jika hal tersebut benar-benar terjadi maka ia memastikan aktivitas masyarakat tidak berjalan dengan maksimal.

Maka ia mengingatkan SPBU sebagai penyalur BBM harus berhati-hati dan berkomitmen untuk menghindari penyaluran BBM yang tidak tepat sasaran.

“Pertalite adalah harapan masyarakat kecil. Jangan sampai kita sudah susah lalu ada penimbunan-penimbunan BBM oleh oknum tidak bertanggung jawab yang merugikan masyarakat,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fraksi PKB Pertanyakan Sumber Rp1,116 Triliun Pembiayaan APBD Perubahan Mimika
Fraksi PDIP Ungkap Sejumlah Persoalan yang Mesti Dibenahi Pemkab Mimika
Fraksi PDIP Minta APBD-P Mimika Rp6,16 Triliun Tak Berujung SiLPA
Fraksi Golkar Soroti Rp1,11 Triliun Pembiayaan Perubahan APBD Mimika
Kunjungi Resort Milik OAP di Nabire, Araminus Omaleng Dorong Penguatan Ekonomi dan Pariwisata Lokal
Fraksi Gerindra: Penghargaan Koperasi Awards Buat Mimika Tak Sesuai Realita Lapangan
DPRK Soroti Sengketa Tanah di Mimika: Jangan BPN Dimanfaatkan Mafia Tanah
Fraksi Gerakan Bersatu Desak Pemkab Mimika Wajibkan Perusahaan Prioritaskan OAP

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 01:03 WIT

Fraksi PKB Pertanyakan Sumber Rp1,116 Triliun Pembiayaan APBD Perubahan Mimika

Sabtu, 26 September 2026 - 23:43 WIT

Fraksi PDIP Ungkap Sejumlah Persoalan yang Mesti Dibenahi Pemkab Mimika

Sabtu, 26 September 2026 - 22:52 WIT

Fraksi PDIP Minta APBD-P Mimika Rp6,16 Triliun Tak Berujung SiLPA

Sabtu, 26 September 2026 - 19:11 WIT

Fraksi Golkar Soroti Rp1,11 Triliun Pembiayaan Perubahan APBD Mimika

Rabu, 9 September 2026 - 21:00 WIT

Kunjungi Resort Milik OAP di Nabire, Araminus Omaleng Dorong Penguatan Ekonomi dan Pariwisata Lokal

Berita Terbaru

Agustinus Kadepa, petani kopi dari Kampung Tuguwai, Distrik Aweidah, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Utama

Ko Puaz: Kopi, Kebun, dan Mimpi yang Tumbuh di Paniai

Minggu, 11 Okt 2026 - 19:09 WIT

Didi Kurniawan, M.Kes., resmi terpilih sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Tomia Kabupaten Mimika periode 2026–2031. (Foto: KKT Mimika)

Organisasi

Didi Kurniawan Terpilih Pimpin KKT Mimika 2026–2031

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:57 WIT