PANIAI – Kepolisian Resor (Polres) Paniai menyerahkan jenazah almarhum Desman Kogoya alias Detius Kogoya alias Basoka Lewiya alias Masyarakat Kogoya, anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap VIII Intan Jaya, ke pihak keluarga, pada Kamis (23/5/2024).
Kasat Reskrim Polres Paniai, Ipda Florentinus J.P. Tegu, memimpin penyerahan jenazah Desman Kogoya di Ruang IGD RSUD Madi, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. Penyerahan jenazah itu dihadiri perwakilan keluarga, pemerintah daerah setempat dan masyarakat.
“Kami berharap dengan penyerahan ini, keluarga dapat menerimanya dengan tabah. Selain itu, proses pemakaman diharap dapat berlangsung dengan lancar,” ujar Ipda Florentinus dalam kesempatan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seorang anggota keluarga yang enggan menyebutkan namanya menyampaikan rasa terima kasih kepada kepolisian dan pemerintah daerah karena memfasilitasi penyerahan jenazah.
“Kami berterima kasih atas bantuan dan dukungan dari semua pihak yang telah membantu dalam proses ini. Kami berharap Desman bisa beristirahat dengan tenang,” ujarnya.
Proses penyerahan jenazah diharap dapat membawa ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan. Penyerahan jenazah juga diharap menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk kembali merasa aman dan tenteram.
Desman Kogoya adalah terduga pelaku pembakaran kios dan SMP YPPGI Kepas Kopo, Paniai, Rabu (22/5/2024) lalu. Dalam peristiwa itu pun, Desman dinyatakan meninggal dunia.
Rencananya, keluarga akan memakamkan jenazah Desman di Distrik Dibida.
Kepolisian menegaskan, berkomitmen menjaga keamanan di wilayah Paniai dan mencegah tindak kriminal serupa terjadi di masa depan.
“Pemerintah dan kepolisian terus berupaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Paniai dan sekitarnya. Kami mengajak masyarakat bekerja sama menjaga ketertiban dan keamanan,” kata Ipda Florentinus.
“Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya upaya bersama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Papua, serta menghindari tindakan-tindakan yang merugikan masyarakat dan menciptakan keresahan,” pungkasnya.










