OPINI | Rp200 Triliun untuk UMKM: Pacu Jalur Ekonomi Rakyat dari Jawa hingga Papua Pegunungan

Muhamad Fagi Difinubun

Kamis, 18 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi anggaran Rp200 triliun digelontorkan ke Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) untuk penguatan ekonomi. (Foto: Istimewa/Ilustrasi dihasilkan ChatGPT)

Ilustrasi anggaran Rp200 triliun digelontorkan ke Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) untuk penguatan ekonomi. (Foto: Istimewa/Ilustrasi dihasilkan ChatGPT)

OPINI – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah besar untuk memperkuat ekonomi rakyat. Sebanyak Rp200 triliun digelontorkan ke Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) untuk dikelola sebagai modal usaha UMKM. Kebijakan ini dilaksanakan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, yang baru dilantik pada 8 September 2025 menggantikan Sri Mulyani Indrawati.

Harapannya jelas: dana jumbo ini bisa menjadi bensin tambahan bagi jutaan pelaku UMKM di seluruh Indonesia. UMKM yang selama ini berjibaku di tengah tekanan global, diharapkan bisa naik kelas, membuka lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian ekonomi bangsa.

Namun, seperti filosofi pacu jalur di Riau, keberhasilan hanya akan diraih bila semua pihak mendayung seirama: presiden sebagai nahkoda, menteri sebagai pengatur strategi, bank sebagai awak penggerak, dan UMKM sebagai perahu yang membawa harapan rakyat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

UMKM, Fondasi Ekonomi Rakyat

UMKM menyumbang lebih dari 60% PDB Indonesia dan menyerap hampir 97% tenaga kerja. Saat krisis global menghantam, UMKM terbukti menjadi penopang utama agar ekonomi tetap berdiri.

Baca Juga :  2 Jenis BBM Ini Naik Harga, Pertamina: Bukan Karena PPN 12 Persen

Ekonom Chatib Basri menyebut UMKM sebagai bantalan ekonomi nasional yang menyerap guncangan ketika sektor besar goyah. Dengan suntikan Rp200 triliun, daya ungkit UMKM diharapkan semakin terasa nyata.

Peran Kunci Himbara

Empat bank Himbara — BRI, Mandiri, BNI, dan BTN — kini memegang amanat besar menyalurkan dana tersebut. Tantangannya adalah memastikan dana tidak berhenti di atas kertas atau menumpuk di rekening bank, melainkan benar-benar sampai ke tangan pelaku usaha.

Ekonom Faisal Basri mengingatkan, kucuran dana besar tanpa pengawasan ketat bisa berujung tidak efektif. Karena itu, Himbara harus bekerja dengan prinsip inklusif dan berkeadilan.

Tantangan Literasi Keuangan

Selain birokrasi, literasi keuangan menjadi hambatan utama. Banyak pelaku UMKM belum terbiasa dengan administrasi perbankan. Di sinilah pentingnya pendampingan.

Pengamat perbankan Aviliani menegaskan, tanpa literasi, dana besar justru bisa menimbulkan masalah baru. Perlu sinergi antara pemerintah, asosiasi UMKM, perguruan tinggi, dan komunitas lokal agar kebijakan ini tepat sasaran.

Papua Pegunungan: Momentum Daerah Baru

Khusus di Papua Pegunungan, provinsi hasil pemekaran dari Papua, kebijakan ini bisa menjadi momentum penting. Modal usaha berpotensi memberdayakan petani kopi Wamena, pengrajin noken, peternak babi, hingga pedagang kecil di pasar tradisional.

Baca Juga :  Tokoh Intelektual Mimika Ajak Masyarakat Dukung MBG di Papua

Bila didukung pendampingan, UMKM lokal bisa tumbuh, membuka lapangan kerja, dan mengurangi kesenjangan pembangunan dengan daerah lain. Ini kesempatan emas agar Papua Pegunungan tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut menjadi motor penggerak ekonomi bangsa.

Menurut Penulis, Kebijakan Rp200 triliun adalah sinyal kuat bahwa pemerintahan Presiden Prabowo menempatkan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan.

Namun, efektivitasnya hanya bisa terwujud bila semua pihak mendayung seirama. Seperti pacu jalur di Riau, kekompakan menjadi kunci.

Bila berhasil, program ini akan mengangkat ekonomi rakyat dari Jawa hingga Papua, sekaligus mendorong Indonesia menuju kemandirian dan kesejahteraan yang merata.

UMKM — dari warung desa di Jawa, pengrajin tenun di Nusa Tenggara, nelayan di Sulawesi dan Maluku, hingga pedagang noken di Papua — adalah wajah nyata Indonesia yang bekerja, berdaya, dan berjuang demi kehidupan yang lebih baik.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CSR Freeport Disorot, Masyarakat Tsinga, Banti dan Aroanop Dinilai Masih Tertinggal
Mamberamo Raya: Warga Anggreso Desak Pemprov Papua Bangun Jalan ke Sarmi
Dewan Adat Daerah Mimika Desak Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya
Mimika: Tumpukan “Sampah” Regulasi, Program Inovasi, dan Kampanye Lingkungan
Perubahan Iklim Global: Ketika Iklim Menghangat, Malaria Menguat di Mimika
Arnold Beanal ke MRP Papua Tengah: Urus Konflik Papua, Soal Saham Freeport Sudah Selesai
Peringati Hari Buruh, Ini Harapan Serikat Pekerja di Lingkungan Freeport
MRP Papua Tengah Dorong Perdamaian Konflik Kwamki Narama, 16 Korban Jiwa Jadi Perhatian

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:21 WIT

Mamberamo Raya: Warga Anggreso Desak Pemprov Papua Bangun Jalan ke Sarmi

Senin, 8 Juni 2026 - 16:19 WIT

Dewan Adat Daerah Mimika Desak Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:04 WIT

Mimika: Tumpukan “Sampah” Regulasi, Program Inovasi, dan Kampanye Lingkungan

Senin, 18 Mei 2026 - 09:35 WIT

Perubahan Iklim Global: Ketika Iklim Menghangat, Malaria Menguat di Mimika

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:20 WIT

Arnold Beanal ke MRP Papua Tengah: Urus Konflik Papua, Soal Saham Freeport Sudah Selesai

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT