Ratusan Mahasiswa Kepung DPRK Mimika, Sampaikan 7 Tuntutan Soal Papua

Ahmad

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa aksi menggeruduk kantor DPRK Mimika pada Senin (10/11/2025). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Massa aksi menggeruduk kantor DPRK Mimika pada Senin (10/11/2025). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Independen Mahasiswa West Papua Komite Pimpinan Kota Timika (FIM-WP-KPK) menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Senin (10/11/2025).

Massa datang membawa spanduk, poster, serta karton bertuliskan berbagai pesan tuntutan.

Aksi yang dimulai sejak pagi itu dikawal aparat keamanan dan berlangsung di depan ruang paripurna DPRK Mimika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, bersama sejumlah anggota dewan turun langsung menemui massa untuk menerima aspirasi mereka.

Baca Juga :  Dirugikan Pemberitaan Ijazah Palsu, Tim Maximus-Peggi Lapor Polisi dan Dewan Pers

Pantauan di lokasi, peserta aksi meneriakkan berbagai seruan. Di antaranya, terlihat potongan karton dengan tulisan “Papua Bukan Tanah Kosong.”

“Papua bukan tanah kosong,” teriak sang orator di hadapan pimpinan dewan dan aparat keamanan.

Dalam aksi bertema “Papua Darurat Militerisme, Investasi dan Krisis Kemanusiaan di Seluruh Tanah Papua”, perwakilan FIM-WP-KPK menyerahkan dokumen berisi tujuh poin tuntutan kepada Ketua DPRK Mimika untuk ditindaklanjuti.

Adapun tujuh tuntutan tersebut, yaitu:

  1. Hentikan militerisasi di atas Tanah Papua
  2. Tolak PSN di Merauke menimbulkan ekosida dan genosida yang terstruktur
  3. Tolak eksploitasi Blok Wabu di Intan Jaya, migas di Agimuga I dan II, dan seluruh investasi di Tanah Papua
  4. Mendesak Komnas-HAM RI segera mengusut tuntas kasus penembakan 12 warga sipil Intan Jaya, Distrik Hitadipa, Kampung Soanggama
  5. Negara segera hentikan segala macam bentuk pembahasan pemekaran wilayah baru
  6. Tutup PT Freeport Indonesia
  7. Berikan hak penentuan nasib sendiri, bagi rakyat bangsa Papua
Baca Juga :  Faktor Keamanan, TPS di Distrik Alama akan Dipindahkan ke Jila

Aksi berlangsung damai hingga selesai. Setelah penyampaian aspirasi dan penyerahan tuntutan, massa bergerak meninggalkan lokasi dengan tertib.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala Suku Besar Damal Nikolas Alome Ajak Keluarga Hindari Konflik dan Jaga Keamanan Wilayah
Koalisi Sipil Desak Pemerintah Indonesia Buka Akses Pemantauan Internasional ke Papua
Kepala Suku Damal Imbau Masyarakat Kibogolome Jaga Persatuan dan Tidak Terprovokasi
AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News
KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua
OPM Bantah 4 Orang yang Serahkan Senjata di Puncak Jaya Anggotanya
Enam Tahun Kematian Pendeta Yeremia, KontraS Pertanyakan Rantai Komando
Kepala Suku Makuba Bagikan Bibit Cabai untuk Perkuat Pangan Lokal Papua

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:39 WIT

Kepala Suku Besar Damal Nikolas Alome Ajak Keluarga Hindari Konflik dan Jaga Keamanan Wilayah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:54 WIT

Koalisi Sipil Desak Pemerintah Indonesia Buka Akses Pemantauan Internasional ke Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:33 WIT

Kepala Suku Damal Imbau Masyarakat Kibogolome Jaga Persatuan dan Tidak Terprovokasi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:27 WIT

AJI Kecam Kasatpol PP Raja Ampat yang Diduga Maki Jurnalis Wahana News

Rabu, 30 September 2026 - 15:35 WIT

KNPB Timika Desak Peninjauan Perjanjian Roma dan Referendum Papua

Berita Terbaru

Sebuah mobil milik anggota polisi dibakar oleh warga di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Jumat, 30 Oktober malam. (Foto: Dok. Warga)

Hukrim

Mobil Anggota Polisi Dibakar di Kwamki Narama Mimika

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:55 WIT