Terima Jenazah Korban, Keluarga Eanus Mom Minta Aparat Tanggung Jawab

Endy Langobelen

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pihak keluarga menerima jenazah Eanus Mom di rumah duka, Jalur 4, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Selasa (3/3/2026) sore. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Pihak keluarga menerima jenazah Eanus Mom di rumah duka, Jalur 4, Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Selasa (3/3/2026) sore. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

MIMIKA – Pihak keluarga akhirnya menerima jenazah Eanus Mom, warga sipil yang meninggal dunia dalam peristiwa penindakan aparat keamanan terhadap sejumlah orang yang diduga anggota TPNPB-OPM di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (2/3/2026) sore.

Pantauan Galeripapua.com, jenazah tiba di rumah duka di Distrik Kwamki Narama, Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIT menggunakan mobil ambulans TNI. Namun setibanya di lokasi, jenazah tidak langsung diturunkan.

Aparat keamanan bersama pemerintah daerah terlebih dahulu melakukan komunikasi dengan pihak keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam komunikasi tersebut, keluarga beberapa kali meminta aparat bertanggung jawab atas kematian Eanus Mom, yang mereka tegaskan bukan anggota TPNPB-OPM, melainkan seorang kepala keluarga yang sehari-hari bekerja sebagai pendulang emas di Distrik Tembagapura.

Sekitar pukul 16.52 WIT, setelah peti jenazah didatangkan, jenazah kemudian diturunkan dari ambulans.

Isak tangis keluarga pun pecah saat melihat kondisi korban. Jenazah yang sempat diletakkan di atas tandu kemudian dimasukkan ke dalam peti, disaksikan keluarga besar dan warga yang berkumpul.

Keluarga: Korban Murni Warga Sipil

Perwakilan keluarga, Yohanis Amisim, menegaskan bahwa almarhum adalah masyarakat biasa yang selama ini bekerja untuk menghidupi keluarga.

“Korban ini masyarakat biasa. Selama puluhan tahun dia naik turun cari makan, mendulang. Uang habis di sini, kembali lagi naik kerja. Namanya juga cari makan,” ujar Yohanis.

Yohanis Amisim, keluarga korban. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)
Yohanis Amisim, keluarga korban. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Ia mengaku keluarga telah mendengar kronologi kejadian dari kerabat yang berada di lokasi. Namun, pihak keluarga masih menunggu penjelasan resmi dari aparat.

Baca Juga :  Mahasiswa Mimika di Jawa–Bali Desak Penarikan Pasukan TNI-Polri dari Distrik Jila

“Tapi proses selanjutnya nanti kita cek baik-baik dengan keluarga. Besok datang baru tindak lanjut lagi,” katanya.

Menurut Yohanis, keluarga menerima jenazah agar dapat segera dimakamkan secara layak.

“Kami bilang tolong bawa jenazahnya ke sini supaya anak, istri, dan keluarga besar bisa lihat, terima baik, dan makamkan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak Koramil, Dandim, Kepala Distrik Kwamki Narama, serta Kapolsek Kwamki Narama yang telah membantu proses pemulangan jenazah.

Terkait rencana pemakaman, keluarga masih akan menggelar pertemuan untuk menentukan waktu dan lokasi.

“Sebentar lagi keluarga besar kumpul dulu, baru nanti kita umumkan besok jam berapa dan di mana pemakamannya,” katanya.

Yohanis kembali menegaskan bahwa almarhum tidak memiliki keterlibatan dengan kelompok bersenjata.

“Tidak ada keterlibatannya. Dia murni masyarakat. Kemarin dia juga ada di sini ikut perang adat di Kwamki Narama. Setelah damai, dia kembali naik dulang seperti biasa,” tegasnya.

Eanus Mom diketahui memiliki dua istri. Dari salah satu istrinya, ia memiliki dua anak perempuan. “Sudah besar-besar anaknya. Yang satu ada sekolah,” ujar Yohanis.

Minta Media Hindari Hoaks, Dandim Diminta Hadir

Tambahan pernyataan disampaikan Hellois M. Kemong yang juga mewakili keluarga. Ia meminta media tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi dari pihak keluarga.

Baca Juga :  Keterjangkauan Pupuk bagi Petani Jadi Program Prioritas AIYE

“Kami harap teman-teman media jangan terima informasi yang tidak jelas dari luar. Informasi untuk duka dan lain-lain tetap dari kami keluarga supaya jangan sampai ada hal-hal yang bikin kita tidak baku senang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa almarhum adalah warga sipil murni yang mencari nafkah untuk keluarganya. “Tidak boleh ada yang bilang dia TPNPB-OPM. Itu tidak ada. Dia murni masyarakat sipil,” katanya.

Hellois M. Kemong, keluarga korban. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)
Hellois M. Kemong, keluarga korban. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Keluarga juga menyatakan telah menyerahkan penanganan kedukaan kepada Dandim 1710.

“Kami serahkan ke Dandim 1710 untuk menangani kedukaan ini. Dia harus bertanggung jawab atas tindakan penembakan dan lain-lain. Ini wilayah Dandim 1710,” tegas Hellois.

Menurutnya, hingga jenazah tiba di rumah duka, Dandim 1710 belum hadir secara langsung menemui keluarga.

“Dandim belum datang ke rumah duka. Kami pesan bahwa Dandim 1710 juga harus datang dan sama-sama dengan kami masyarakat dan keluarga di sini,” ujarnya.

Terkait kondisi jenazah, keluarga mengaku sangat terpukul. Hellois menyebut almarhum merupakan salah satu tokoh pemuda yang disegani di kalangan masyarakat.

“Kalau lihat kondisi jenazah, kami rasa kehilangan betul. Beliau ini salah satu tokoh pemuda, orang yang disegani,” katanya.

Saat ditanya mengenai luka tembak, ia menyebut melihat adanya luka di bagian dada kanan.

“Saya lihat di dalam ini, dada bagian kanan,” ujarnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak aparat keamanan belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa penindakan hingga status korban.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Marga Beanal Tegaskan Larangan Pembukaan Jalur Pendakian Ilegal di Puncak Carstensz
Keluarga Bantah Korban Operasi di Mimika Terlibat TPNPB-OPM, Minta Jenazah Segera Dipulangkan
Kepala Suku Yahukimo Minta Semua Pihak Jaga Keamanan dan Kedamaian
Koordinator Pendulang Mimika Buka Suara soal Toko Emas Tutup dan Isu Deal-dealan
Komnas HAM Papua Dukung Pendekatan Humanis Satgas Operasi Damai Cartenz 2026
Tapal Batas Kapiraya, Kepala Suku Mee dan LMA Kamoro Sepakat Dorong Penyelesaian Adat
TPNPB Nyatakan Yahukimo Zona Merah, Guru dan Nakes Diminta Pergi
Kepala Suku Besar Mee Ajak Warga Tahan Diri, Proses Tapal Batas Masih Berjalan

Berita Terkait

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:52 WIT

Marga Beanal Tegaskan Larangan Pembukaan Jalur Pendakian Ilegal di Puncak Carstensz

Rabu, 4 Maret 2026 - 01:17 WIT

Terima Jenazah Korban, Keluarga Eanus Mom Minta Aparat Tanggung Jawab

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:17 WIT

Keluarga Bantah Korban Operasi di Mimika Terlibat TPNPB-OPM, Minta Jenazah Segera Dipulangkan

Senin, 2 Maret 2026 - 18:05 WIT

Kepala Suku Yahukimo Minta Semua Pihak Jaga Keamanan dan Kedamaian

Sabtu, 28 Februari 2026 - 23:56 WIT

Koordinator Pendulang Mimika Buka Suara soal Toko Emas Tutup dan Isu Deal-dealan

Berita Terbaru

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Timika, Dedy Wahyudi. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Ekonomi

Stok Beras Timika 1.513 Ton, Bulog Pastikan Cukup Tiga Bulan

Selasa, 3 Mar 2026 - 21:20 WIT