KNPB Yalimo Desak Hukum Pelaku Rasisme dan Tolak Kriminalisasi Organisasi

Endy Langobelen

Sabtu, 20 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KNPB Wilayah Yalimo menggelar konferensi pers di Kantor KNPB Yalimo, Jumat (19/9/2025). (Foto: Istimewa/KNPB Wilayah Yalimo)

KNPB Wilayah Yalimo menggelar konferensi pers di Kantor KNPB Yalimo, Jumat (19/9/2025). (Foto: Istimewa/KNPB Wilayah Yalimo)

YALIMO – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Yalimo bersama masyarakat Suku Yali, Mek, dan Kapauri menyatakan sikap tegas terkait insiden rasisme yang memicu kerusuhan pada 16 September 2025 lalu.

Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor KNPB Yalimo, Jumat (19/9/2025), mereka mengecam keras segala bentuk ujaran maupun tindakan diskriminatif terhadap Orang Asli Papua (OAP).

“Kami mengecam dengan tegas segala bentuk tindakan, ujaran, maupun simbol yang mengandung unsur rasisme, diskriminasi, dan kebencian berdasarkan ras, suku, agama, maupun warna kulit,” tegas Ketua KNPB Yalimo, Theo Loho.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pernyataan sikapnya, KNPB Yalimo menyoroti keterlibatan pelajar non-Papua dalam kerusuhan yang terjadi.

Baca Juga :  Umat Katolik Demo Uskup Merauke di Katedral Tiga Raja Timika

Mereka mendesak pemerintah daerah membuat aturan pembatasan pendidikan bagi anak-anak non-Papua di Yalimo.

“Anak-anak non Papua yang boleh disekolahkan di Kabupaten Yalimo adalah tingkat pendidikan SD, TK atau PAUD sebab SD, TK dan PAUD butuh pengawasan oleh orang tua, sedangkan anak non Papua pendidikannya setingkat SMP dan SMA boleh disekolahkan di luar dari Kabupaten Yalimo sebab mereka ini adalah aktor pemicu kerusuhan rasial 16 September 2025 di Kabupaten Yalimo,” bunyi pernyataan itu.

Selain itu, KNPB mendesak aparat penegak hukum untuk segera memproses pelaku ujaran rasisme yang memicu kerusuhan. Mereka juga menolak tudingan kriminalisasi terhadap KNPB dan organisasi sosial lainnya.

“Terkait dengan aksi hari Selasa 16 September 2025 adalah murni aksi rasisme secara spontan. Maka stop mengkriminalisasi organisasi KNPB dan organisasi sosial lainya oleh pemerintah daerah maupun pihak berwajib di Kabupaten Yalimo,” ujar Theo Loho.

Baca Juga :  Tolak Sawit PT IKSJ, Masyarakat Moi Sigin Antar Surat ke Kantor Pusat CAA Group

KNPB Yalimo juga meminta pemerintah daerah mengambil langkah untuk menghentikan pengerahan militer dalam skala besar serta menghentikan penyisiran dan penangkapan sewenang-wenang terhadap warga sipil.

“Rakyat sipil Yalimo adalah korban ujaran pelaku rasisme. Selanjutnya kami harap rasisme di Kabupaten Yalimo tidak terulang kembali,” tandas Theo.

Pernyataan sikap ini keluar di tengah sorotan publik terhadap rentetan peristiwa kerusuhan yang menewaskan dua orang dan membuat ratusan warga mengungsi dari Yalimo. Pemerintah pusat hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait desakan KNPB Yalimo.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

CSR Freeport Disorot, Masyarakat Tsinga, Banti dan Aroanop Dinilai Masih Tertinggal
Mamberamo Raya: Warga Anggreso Desak Pemprov Papua Bangun Jalan ke Sarmi
Dewan Adat Daerah Mimika Desak Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya
Mimika: Tumpukan “Sampah” Regulasi, Program Inovasi, dan Kampanye Lingkungan
Perubahan Iklim Global: Ketika Iklim Menghangat, Malaria Menguat di Mimika
Arnold Beanal ke MRP Papua Tengah: Urus Konflik Papua, Soal Saham Freeport Sudah Selesai
Peringati Hari Buruh, Ini Harapan Serikat Pekerja di Lingkungan Freeport
MRP Papua Tengah Dorong Perdamaian Konflik Kwamki Narama, 16 Korban Jiwa Jadi Perhatian

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:21 WIT

Mamberamo Raya: Warga Anggreso Desak Pemprov Papua Bangun Jalan ke Sarmi

Senin, 8 Juni 2026 - 16:19 WIT

Dewan Adat Daerah Mimika Desak Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:04 WIT

Mimika: Tumpukan “Sampah” Regulasi, Program Inovasi, dan Kampanye Lingkungan

Senin, 18 Mei 2026 - 09:35 WIT

Perubahan Iklim Global: Ketika Iklim Menghangat, Malaria Menguat di Mimika

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:20 WIT

Arnold Beanal ke MRP Papua Tengah: Urus Konflik Papua, Soal Saham Freeport Sudah Selesai

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT